Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gerak Cepat Dinkes Mataram: Dampingi Jemaah Haji hingga Siapkan Layanan Cetak Kartu Obat di Lokasi

Lalu Mohammad Zaenudin • Senin, 27 April 2026 | 10:34 WIB
Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Mataram melakukan verifikasi administrasi serta pemeriksaan kesehatan tahap akhir bagi jemaah calon haji di Asrama Haji Embarkasi Lombok. (ZAD/LOMBOK POST)
Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Mataram melakukan verifikasi administrasi serta pemeriksaan kesehatan tahap akhir bagi jemaah calon haji di Asrama Haji Embarkasi Lombok. (ZAD/LOMBOK POST)

 


LombokPost
— Dinas Kesehatan Kota Mataram mengambil peran penuh dalam memastikan kesiapan kesehatan jemaah haji hingga jelang keberangkatan. Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari titik keberangkatan di Kantor Wali Kota hingga di Asrama Haji, termasuk memastikan kelengkapan administrasi kesehatan setiap jemaah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. Emirald Isfihan, menjelaskan pihaknya menurunkan dua tim puskemas lengkap dengan tenaga medis dan ambulans. Satu tim bertugas mengiringi jemaah dari Kantor Wali Kota menuju Asrama Haji.

Sementara satu tim lainnya sudah siaga di lokasi untuk memastikan proses berjalan lancar. “Ada dua Puskesmas yang kami tugaskan. Satu tim mengawal jemaah dari kantor Wali Kota, satu tim stand by di asrama haji,” ujarnya, Minggu (26/4). 

Dua Puskesmas yang dilibatkan yakni Puskesmas Mataram dan Puskesmas Karang Pule. Keduanya dilengkapi petugas kesehatan serta ambulans untuk mengantisipasi kondisi darurat selama proses mobilisasi jemaah.

Tak hanya pengawalan, Dinas Kesehatan juga memastikan seluruh tahapan pemeriksaan kesehatan jemaah berjalan sesuai prosedur. Pemeriksaan kesehatan jemaah dilakukan dalam tiga tahap.

Tahap pertama dilakukan di Puskesmas atau rumah sakit untuk menentukan kondisi kesehatan awal jemaah. Pada tahap ini juga diterbitkan surat istithaah kesehatan oleh Dinas Kesehatan sebagai dasar kelayakan awal.

“Tahap kedua berupa pemantauan lanjutan terhadap kondisi kesehatan jemaah menjelang keberangkatan,” terangnya. 

Sementara tahap ketiga dilakukan di Asrama Haji. Tahap ini menjadi penentu akhir kelayakan jemaah untuk terbang.

“Di tahap tiga ini dicek kembali secara menyeluruh. Apakah jemaah layak terbang atau tidak. Ini pemeriksaan terakhir sebelum keberangkatan,” jelasnya.

Dinas Kesehatan tetap hadir dalam tahap akhir tersebut untuk mendampingi proses. Khususnya jika ditemukan jemaah yang tidak memenuhi syarat kesehatan.

 

Baca Juga: Pejabat Mataram Mulai "Menyerah" Gowes ke Kantor, Usulkan Pakai Motor Pribadi demi Efisiensi

“Selain itu, pendampingan juga difokuskan pada pengecekan ulang kelengkapan administrasi kesehatan,” terangnya. 

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. Dewi Ayu Murniati, mengatakan salah satu dokumen penting yang menjadi perhatian yakni kartu obat jemaah. “Kartu obat ini wajib dibawa. Ini penting untuk pemeriksaan saat embarkasi,” katanya.

Ia mengakui, masih ditemukan jemaah yang lupa membawa kartu obat atau menyimpannya di koper besar. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Kesehatan telah menyiapkan layanan pencetakan ulang di lokasi.

“Kalau ada yang lupa atau tertinggal di koper, kami langsung bantu cetakkan di sini. Jadi tidak menghambat proses keberangkatan,” ujarnya.

Selain kelengkapan dokumen, dukungan kesehatan juga diberikan melalui penyediaan masker dan vitamin bagi jemaah. Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah provinsi menjaga kondisi kesehatan jemaah.

Dinas Kesehatan juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk petugas kesehatan haji. Dalam satu kelompok jemaah, terdapat tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter dan perawat. 

Selain itu, ada pula Petugas Haji Daerah yang turut memberikan pendampingan, termasuk dari sisi kesehatan. “Tenaga kesehatan haji itu ada dokter dan perawat. Dari daerah juga ada pendamping haji yang berlatar belakang tenaga medis,” jelasnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini kondisi jemaah relatif aman. Belum ditemukan kasus yang menghambat keberangkatan. 

Namun, pemantauan tetap dilakukan secara intensif hingga seluruh proses pemberangkatan selesai. “Sejauh ini aman. Mudah-mudahan sampai akhir proses semua berjalan lancar,” pungkasnya.

 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #pelayanan kesehatan haji mataram #istithaah kesehatan jamaah