Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tak Perlu Antre Berkas, Inovasi Job Fair Daring-Luring Mataram Permudah Pencari Kerja

Sanchia Vaneka • Senin, 27 April 2026 | 11:24 WIB
ILUSTRASI: Seorang wanita yang berjalan mencari lowongan kerja, beberapa waktu lalu. (IVAN/LOMBOK POST)
ILUSTRASI: Seorang wanita yang berjalan mencari lowongan kerja, beberapa waktu lalu. (IVAN/LOMBOK POST)

 


LombokPost
- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram tengah mematangkan langkah strategis menekan angka pengangguran di wilayah Ibu Kota Provinsi NTB. Inovasi terbaru yang disiapkan yakni transformasi penyelenggaraan bursa kerja atau job fair melalui sistem On-Off atau Daring dan Luring.
 
“Konsep bursa kerja on-off ini berbeda. Kita ingin memudahkan pencari kerja agar mereka bisa mencari peluang yang benar-benar sesuai dengan kompetensi masing-masing sebelum datang ke lokasi,” kata Kepala Disnaker Kota Mataram Putra Ekantara, Jumat (24/4). 
 
Sistem ini dirancang memberikan efisiensi maksimal bagi para pencari kerja. Proses pencarian kerja tidak lagi menjadi beban biaya dan tenaga yang sia-sia. 

Pola ini merupakan respons atas evaluasi penyelenggaraan bursa kerja konvensional di tahun-tahun sebelumnya. Dalam konsep bursa kerja lama, ribuan pencari kerja biasanya memadati lokasi kegiatan dengan membawa tumpukan berkas lamaran fisik. 

Namun, tak jarang mereka pulang dengan tangan hampa lantaran kompetensi yang dimiliki tidak sinkron dengan kebutuhan perusahaan yang hadir. Putra tak menampik pola lama tersebut sering kali menimbulkan kekecewaan. 

Selain harus berdesak-desakan dengan ribuan orang, para pelamar merogoh kocek untuk biaya transportasi dan penggandaan dokumen lamaran. Tanpa ada jaminan kualifikasi mereka dilirik oleh perusahaan.
 
Melalui inovasi ini, Disnaker akan menyediakan aplikasi khusus atau laman resmi memuat daftar lowongan kerja dari berbagai perusahaan mitra. Alur kerjanya dibagi menjadi dua tahap.

Tahap online atau daring, para pencari kerja mengakses portal lowongan secara mandiri. Di sana, mereka memilah perusahaan mana yang membutuhkan tenaga kerja sesuai latar belakang pendidikan dan keahlian. 

“Pendaftaran dan pengiriman berkas dilakukan sepenuhnya secara digital,” terangnya. 
 
Setelah dilakukan verifikasi dokumen secara daring, pelamar yang memenuhi kualifikasi akan dipanggil untuk hadir di lokasi bursa kerja fisik. Agenda utama di lokasi luring bukan lagi mencari lowongan, melainkan langsung melakukan sesi wawancara (interview) dengan pihak perusahaan.
 
“Dengan begitu, saat pelaksanaan luring, pelamar tinggal wawancara untuk penentuan kelulusan. Mereka tidak lagi datang tanpa tujuan yang pasti atau sekadar coba-coba,” imbuhnya.
 
Langkah ini selaras dengan tren positif penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Mataram dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, pada tahun 2024 angka pengangguran tercatat sebanyak 11.400 jiwa atau 4,85 persen.

 

Baca Juga: LKPJ Wali Kota Mataram 2025 Disetujui, DPRD Beri Catatan Kritis Terkait Ketimpangan Ekonomi
 
Angka ini berhasil ditekan menjadi 11.000 jiwa atau 4,80 persen pada tahun 2025. Dengan adanya inovasi sistem on-off ini, pemkot memasang target ambisius pada tahun 2027 mendatang, yakni menurunkan angka pengangguran hingga menyentuh angka 10.400 jiwa.
 
“Untuk tahun 2026 ini, kegiatan bursa kerja dengan sistem baru tersebut telah kami jadwalkan pada triwulan ketiga,” ungkapnya. (chi/r9)

 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #lowongan kerja mataram #dinas tenaga kerja #kerja #job fair