Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PLN UIP Nusra dan Komunitas GELISAH Sulap Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Mataram

Marthadi • Selasa, 28 April 2026 | 11:08 WIB
Berbagai jenis produk bernilai jual yang dihasilkan dari sampah plastik.
Berbagai jenis produk bernilai jual yang dihasilkan dari sampah plastik.

LombokPost – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya mendorong transisi menuju ekonomi hijau melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satu langkah nyata dilakukan PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melalui kolaborasi bersama Komunitas Gerakan Lingkungan Sampah Nihil (GELISAH) di kawasan Ampenan, Kota Mataram.

Kolaborasi tersebut difokuskan pada pengelolaan sampah plastik berbasis masyarakat agar memiliki nilai tambah ekonomi sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.

Sepanjang 2026, Komunitas GELISAH berhasil mengumpulkan sekitar 50 kilogram sampah plastik. Dari jumlah itu, sebanyak 45 kilogram diolah menjadi berbagai produk kreatif bernilai jual.

Baca Juga: Tingkatkan Kompetensi Mediator KI, Kanwil Kemenkum NTB Ikuti Sertifikasi di Jakarta

Produk yang dihasilkan meliputi asbak, tatakan gelas, jam dinding, hingga gantungan kunci. Sejumlah produk bahkan telah dipasarkan ke luar daerah.

Pendiri Komunitas GELISAH Lailatul Ulfah mengatakan peningkatan produksi terus terjadi. Pada April 2026 saja, komunitas tersebut mencatat penjualan lebih dari 400 produk.

“Pengiriman mencapai 28 paket dengan total pemanfaatan sekitar 20 kilogram sampah plastik dalam satu periode produksi,” ujarnya.

Baca Juga: Pemprov NTB Ajak Pelajar dan Mahasiswa Ikuti Webinar InnovAltion, Literasi AI dan Kreativitas Digital

Menurut dia, peningkatan kapasitas produksi tidak lepas dari dukungan PLN melalui program TJSL berupa bantuan peralatan modern.

“Bantuan mesin cacah, oven, dan perlengkapan lainnya membuat proses produksi lebih efisien dan meningkatkan kualitas produk kami,” jelasnya.

Program ini juga memberi dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar, khususnya di Kampung Banjar, Ampenan. Warga kini terlibat aktif dalam rantai pengelolaan sampah melalui skema insentif ekonomi.

Komunitas GELISAH membeli botol plastik seharga Rp 5.000 per kilogram dan tutup galon Rp7.000 per kilogram. Skema ini mendorong masyarakat lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.

Baca Juga: Klasemen Sementara MotoGP 2026: Marco Bezzecchi Masih Memimpin, Alex Marquez Melejit, Marc Marquez Terpukul

Selain itu, program tersebut menjadi ruang pemberdayaan generasi muda pesisir, termasuk kelompok rentan seperti remaja putus sekolah.

“Kami ingin membangun ekosistem produktif yang memberi peluang bagi anak muda untuk berkembang,” tambah Ulfah.

Dengan struktur organisasi yang semakin tertata, Komunitas GELISAH kini memiliki pembagian tugas yang jelas dan mampu meningkatkan daya saing produk di pasar.

General Manager PLN UIP Nusra Rizki Aftarianto menegaskan inisiatif tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara konsisten.

Baca Juga: KONI Mataram Kirim Tiga Atlet Finswimming Terbaik

“Program ini mencerminkan bagaimana pengelolaan lingkungan dapat diintegrasikan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya.

PLN, lanjut Rizki, berkomitmen memperluas dampak program serupa guna mendukung pembangunan berkelanjutan, pengurangan sampah nasional, dan percepatan ekonomi sirkular.

“Kolaborasi seperti ini menjadi kunci dalam menciptakan dampak berkelanjutan yang terukur bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Editor : Marthadi
#Sampah Plastik #ekonomi sirkular #TJSL #Komunitas GELISAH #PLN UIP Nusra