Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Harga Minyak Premium Tembus Rp 25 Ribu/Liter, Warga Mataram Ramai-ramai Buru MinyaKita

Sanchia Vaneka • Sabtu, 2 Mei 2026 | 18:24 WIB
LEBIH MURAH: Seorang pedagang di pasar menjual Minyakita, beberapa waktu lalu.
LEBIH MURAH: Seorang pedagang di pasar menjual Minyakita, beberapa waktu lalu.

 


LombokPost
- Harga minyak goreng nonsubsidi atau premium di sejumlah ritel modern mulai mengalami penyesuaian. Kenaikan harga ini memicu pergeseran konsumsi masyarakat yang kini lebih memburu minyak goreng dengan harga lama atau produk subsidi seperti MinyaKita.
 
Berdasarkan pantauan di lapangan, stok minyak goreng di beberapa ritel modern sempat mengalami kekosongan pada merek tertentu. “Di Alfamart Indomaret kemarin memang masih promo dengan harga lama, sehingga masyarakat berbondong-bondong ke sana. Sementara saat ini sudah terjadi kenaikan harga pada minyak premium,” terang Kepala Bidang Bapokting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida, Kamis (30/4).
 
Meski sempat ada kekosongan di beberapa titik, pihak berwenang memastikan stok m masih tersedia. Di ritel lain seperti Ruby dan MGM, berbagai merek minyak goreng tetap tersedia dengan harga baru. 
 
“Bukan kosong, tapi stoknya berkurang karena sedang penyesuaian harga. Seperti merek Bimoli dan Filma, sekarang pasokannya sudah mulai masuk lagi,” tambahnya.
 
Sebagai perbandingan, harga minyak goreng Bimoli saat ini dibanderol sekitar Rp 50.000 per 2 liter. Padahal sebelumnya, saat masa promo di ritel tertentu, harganya masih berada di kisaran Rp 40.000-an.
 
Kenaikan harga minyak premium yang kini mencapai Rp 23.000 per liter membuat masyarakat beralih ke MinyaKita. Dengan selisih harga mencapai Rp 7.000 hingga Rp 8.000, MinyaKita yang dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 15.700 menjadi produk yang paling dicari.
 
Untuk menjaga stabilitas, pendistribusian MinyaKita dilakukan secara berkala setiap hari Senin dan Selasa di tujuh pasar pantauan. Antara lain Pasar Mandalika, Pagesangan, Kebon Roek, dan Sayang-Sayang.
 
“Pendistribusian dilakukan melalui mitra Bulog. Di Pasar Kebon Roek misalnya, ada sekitar 24 hingga 26 mitra yang disuplai masing-masing 30 dus,” jelasnya. 

Baca Juga: Stok Melimpah, BULOG Rapel Bantuan Pangan Dua Bulan Sekali Gus: Setiap Keluarga Terima 20 Kg Beras dan 4 Liter MinyaKita
 
Untuk memastikan pemerataan, pembelian MinyaKita dibatasi maksimal 2 liter per konsumen. Menyikapi kenaikan harga minyak premium, pihaknya berencana menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan para distributor pada pekan depan. 

Langkah ini diambil untuk mencari tahu penyebab pasti kenaikan harga dari sisi hulu. “Kami akan kumpulkan distributor untuk mengetahui penyebab kenaikan ini, apakah murni dari distributor atau ada faktor lain. Kami ingin memastikan kondisi pasar kembali normal,” pungkasnya. (chi/r9)

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #minyakita Mataram #distribusi minyak