Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bukan Cuma Religi! Pantai Loang Baloq Kini Jadi "Colosseum" Adu Nyali Para Pepadu Sasak

Lalu Mohammad Zaenudin • Rabu, 6 Mei 2026 | 15:43 WIB
Tarung para pendekar atau pepadu peresean dari berbagai padepokan di pulau Lombok di Colosseum Loang Baloq, pada minggu ketiga bulan April 2026 lalu. (DOK. DISPAR)
Tarung para pendekar atau pepadu peresean dari berbagai padepokan di pulau Lombok di Colosseum Loang Baloq, pada minggu ketiga bulan April 2026 lalu. (DOK. DISPAR)

 


LombokPost
– Kawasan Pantai Loang Baloq kini tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata religi dan pesisir, tetapi juga menjelma sebagai “colosseum” budaya. Tempat atraksi tradisional Peresean hidup, tumbuh, dan dipertontonkan secara terbuka kepada masyarakat luas.


Melalui kegiatan Tarung Pepadu Peresean, Pemerintah Kota Mataram menghadirkan ruang ekspresi budaya yang tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi sarat makna. Atraksi khas Suku Sasak ini memperlihatkan adu ketangkasan para pepadu, yang dibalut nilai-nilai sportivitas, keberanian, persaudaraan, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra, menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah menjaga eksistensi budaya lokal sekaligus memperkuat daya tarik wisata berbasis kearifan lokal. “Peresean identitas budaya masyarakat Sasak yang harus terus dijaga. Melalui panggung di Loang Baloq ini, kita ingin menghadirkan ruang yang hidup, interaktif, dan autentik, sehingga budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dinikmati dan dipahami oleh generasi sekarang maupun wisatawan,” ujarnya, Selasa (5/5). 

Atraksi peresean di Loang Baloq terus rutin digelar hingga kini. Langkah ini dimulai sekitar pertengahan tahun 2025 dan terus berlanjut rutin digelar pada minggu ketiga setiap hingga saat ini. 

“Bulan Mei ini juga kita akan gelar kembali pada minggu ketiganya,” terangnya. 

Sebelumnya pada bulan April 2026 juga telah dilaksanakan. Menghadirkan para pendekar pilih tanding dari padepokan-padepokan seantero pulau Lombok.  

“Ini adalah bentuk keseriusan dalam pengembangan wisata budaya, kegiatan Tarung Pepadu Peresean di Loang Baloq telah dijadwalkan secara rutin, yakni setiap hari Minggu pada minggu ke-3 setiap bulan,” terangnya. 

Penjadwalan ini menjadi bagian penting dalam membangun kepastian event (event certainty) bagi wisatawan. Menurut Cahya, konsistensi agenda tersebut dirancang membentuk citra baru pariwisata Kota Mataram sebagai destinasi budaya yang memiliki kalender event yang jelas dan berkelanjutan.

“Dengan adanya jadwal rutin, wisatawan tidak lagi datang tanpa kepastian atraksi. Mereka bisa merencanakan kunjungan, menikmati budaya, dan pada akhirnya mendorong peningkatan jumlah kunjungan sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan di Mataram,” jelasnya.

 

Baca Juga: Ratusan Kader di Sekarbela-Ampenan Disasar, Aktivasi IKD Percepat Persiapan Digitalisasi Bansos

Lebih dari sekadar pertunjukan, Peresean diarahkan sebagai penggerak ekonomi lokal. Aktivasi destinasi melalui event budaya membuka ruang bagi berbagai pihak untuk terlibat.

 

Baca Juga: Ratusan Kader di Sekarbela-Ampenan Disasar, Aktivasi IKD Percepat Persiapan Digitalisasi Bansos

“Mulai dari pelaku UMKM, seniman, komunitas budaya, hingga generasi muda,” jelasnya. 

Di sekitar arena pertunjukan, geliat ekonomi mulai terasa. Produk-produk lokal, kuliner khas, hingga kerajinan tangan menjadi bagian dari pengalaman wisata yang ditawarkan. 

Hal ini menjadikan Peresean sebagai ekosistem budaya yang tidak hanya hidup di arena, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat. “Kita ingin Peresean menjadi lebih dari sekadar tontonan. Ini sarana edukasi budaya, kebanggaan identitas daerah, sekaligus motor penggerak pariwisata berkelanjutan,” pungkasnya.

 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #wisata budaya peresean #jadwal event peresean #Pantai Loang Baloq