LombokPost - DPC Partai Demokrat Kota Mataram menerima bantuan 500 bibit pohon gaharu dari anggota DPR RI Nanang Samudra. “Bantuan ini sebagai bagian dari program penghijauan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” terang Ketua DPC Partai Demokrat Kota Mataram Sinta Primasari, Kamis (7/5).
Kayu yang kerap disebut sebagai “emas hitam” dari hutan ini memiliki nilai lingkungan. Di samping itu, membuka peluang ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.
“Ini program yang sangat positif karena menyentuh dua aspek sekaligus, yaitu penghijauan kota dan potensi ekonomi masyarakat ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, pohon gaharu memiliki nilai strategis. Antara lain, membantu menambah ruang hijau kota, mempunyai nilai ekonomi tinggi, melalui hasil resin gaharu yang dikenal sebagai bahan baku parfum premium.
“Kalau dirawat dengan baik, ini bisa menjadi investasi lingkungan sekaligus investasi ekonomi masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.
Ia menjelaskan, DPC Demokrat Kota Mataram bersama jajaran ranting akan melakukan pemetaan lokasi penanaman. Agar bibit gaharu dapat tumbuh optimal dan memberi dampak penghijauan bagi wilayah perkotaan.
Beberapa titik yang direncanakan menjadi lokasi penanaman antara lain kawasan ruang terbuka hijau (RTH). “Nanti kita akan petakan juga lingkungan permukiman padat, bantaran sungai,” jelasnya.
Hingga, area penyangga di wilayah pinggiran Kota Mataram seperti kawasan Sandubaya dan Sekarbela. Dua wilayah ini masih memungkinkan untuk pengembangan penghijauan berbasis pohon produktif.
Selain itu, penanaman juga direncanakan menyasar lingkungan, fasilitas umum dan sejumlah lahan kosong milik masyarakat yang bersedia menjadi mitra perawatan pohon gaharu.
“Kami ingin penanamannya benar-benar memberi manfaat. Jadi bukan sekadar seremonial tanam pohon, tetapi ada perawatan dan keberlanjutan,” ujarnya.
Baca Juga: Bocor Setiap Hujan? Intip Aksi Nyata Abd Rachman Bantu Warga Karang Pule Punya Hunian Layak
Sinta menilai program tersebut sejalan dengan kebutuhan Kota Mataram. Saat ini terus menghadapi tantangan berkurangnya ruang hijau akibat pertumbuhan kawasan perkotaan.
“Ruang hijau di kota harus terus dijaga. Pohon seperti gaharu ini selain memberi manfaat ekologis juga punya nilai tambah ekonomi,” tekannya.
Ia menambahkan, pihaknya akan mendorong keterlibatan kader dan masyarakat dalam proses pemeliharaan. Harapannya bibit yang ditanam benar-benar tumbuh hingga memiliki nilai produktif beberapa tahun mendatang.
“Kita ingin masyarakat ikut merasa memiliki. Karena manfaatnya nanti juga kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Nanang Samudra mengatakan program pembagian bibit gaharu merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Sekaligus upaya membuka peluang ekonomi baru berbasis penghijauan.
“Selain program penghijauan dan bentuk cinta terhadap bumi, harapannya ketika panen nanti bisa menjadi sumber mata pencaharian masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, pohon gaharu akan memasuki proses penyuntikan resin setelah sekitar lima tahun. Kemudian memiliki potensi nilai ekonomi tinggi di pasar internasional, khususnya kawasan Timur Tengah.
“Kita akan kawal proses perawatannya. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat untuk alam sekaligus menjadi harapan ekonomi bagi generasi mendatang,” tutupnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin