Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sambut Arahan Presiden Prabowo, Cahya Samudra Pimpin Gerakan "Satu Jam" Percantik Wisata Mataram

Lalu Mohammad Zaenudin • Rabu, 13 Mei 2026 | 07:34 WIB
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra dan sejumlah pegawai membentangkan spanduk dukungan program Indonesia ASRI presiden Prabowo. (DOK/DISPAR)
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra dan sejumlah pegawai membentangkan spanduk dukungan program Indonesia ASRI presiden Prabowo. (DOK/DISPAR)

 

LombokPost - Dinas Pariwisata Kota Mataram mulai menggerakkan program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) dengan menyasar kawasan destinasi wisata dan ruang publik. Tidak hanya fokus pada lingkungan kantor, gerakan bersih-bersih kini mulai diperluas ke kawasan wisata yang menjadi wajah ibu kota. 

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra, mengatakan program gotong royong tersebut mulai dilaksanakan rutin setiap Selasa pagi sebelum aktivitas kantor dimulai. “Sejak pagi tadi kita melaksanakan program Indonesia ASRI, gotong royong bersih-bersih satu jam sebelum rutinitas kantor,” ujarnya, Selasa (12/5). 

Gerakan tersebut tidak hanya dilakukan di lingkungan internal kantor Dinas Pariwisata. Aksi diarahkan langsung ke kawasan destinasi wisata dan ruang publik yang menjadi titik aktivitas masyarakat.

Pada pelaksanaan kemarin, kegiatan dipusatkan di kawasan Pasar Seni Sayang-Sayang yang selama ini menjadi salah satu ruang aktivitas seni dan ekonomi masyarakat. “Tahap pertama kita melaksanakan program Indonesia ASRI bersih-bersih destinasi. Jadi tidak hanya di lingkungan kantor, tetapi juga lingkungan kerja bersama masyarakat,” katanya.

Sejumlah pegawai dan pelaku wisata terlihat turun langsung melakukan gotong royong membersihkan kawasan sekitar pasar seni. Cahya mengatakan gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama, kebersihan destinasi wisata tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata.

“Ini bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan kerja dan lingkungan wisata kita,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sektor pariwisata sangat berkaitan erat dengan kualitas lingkungan dan kenyamanan kawasan publik. Karena itu, gerakan ASRI dinilai penting membangun citra Kota Mataram sebagai kota wisata yang lebih tertata dan nyaman.

Menurutnya, wisatawan tidak hanya datang melihat destinasi, tetapi juga merasakan suasana kota secara keseluruhan. “Kalau lingkungan bersih, tertata, dan nyaman, tentu akan memberi kesan baik,” katanya.

Program Indonesia ASRI sendiri merupakan gerakan nasional yang mulai didorong pemerintah pusat untuk memperkuat budaya kebersihan, penataan lingkungan, dan kualitas ruang publik perkotaan. Program ini langsung dicanangkan Presiden Prabowo. 

Baca Juga: Target 300 Ribu Wisatawan di Tengah Krisis Avtur, Dispar Mataram Hidupkan "Friday Relax" di Udayana

Di Kota Mataram, sejumlah OPD mulai menjalankan gerakan tersebut melalui pendekatan yang berbeda sesuai bidang masing-masing. Khusus Dinas Pariwisata, fokus diarahkan pada kawasan wisata, ruang publik, dan titik aktivitas masyarakat yang berkaitan langsung dengan wajah pariwisata kota.

Selain kegiatan bersih-bersih, dispar juga berencana memperluas kolaborasi dengan komunitas, pelaku UMKM, hingga kelompok sadar wisata (pokdarwis). Agar budaya menjaga kebersihan kawasan wisata bisa tumbuh lebih kuat.

“Harapannya ini menjadi budaya bersama menjaga kawasan wisata dan ruang publik kita,” tutupnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #program asri #Pasar Seni Sayang-sayang #dinas pariwisata