Biasanya mereka berjaga di jalan. Mengurai keramaian. Menertibkan kota hingga larut malam. Tapi setiap malam Jumat, lebih hening dan menenangkan.
---
LANTUNAN Surah Yasin terdengar pelan dari sudut Pendopo Wali Kota Mataram. Empat personel Satpol PP duduk bersila di atas sajadah hijau.
Seragam dinas masih melekat di badan mereka. Tak ada suara sirene. Tak ada keramaian razia.
Malam itu mereka menepi sejenak dari rutinitas menjaga ketertiban kota. “Kegiatan ini untuk menenangkan diri sekaligus memperkuat kebersamaan antaranggota,” ungkap kata Kasatpol PP Kota Mataram Irwan Rahadi, Jumat (22/5).
Yasinan rutin malam Jumat itu kini menjadi agenda tetap bagi personel Satpol PP Kota Mataram. Dilaksanakan sederhana di Pendopo Wali Kota, kegiatan itu perlahan membangun suasana yang berbeda di tengah pekerjaan mereka yang identik dengan tekanan lapangan.
Irwan mengatakan, tugas aparat penegak perda sering kali membuat personelnya berhadapan langsung dengan emosi masyarakat. Karena itu, pembinaan rohani penting agar anggota tetap memiliki ketenangan dan pengendalian diri saat bertugas.
“Kami ingin anggota bukan hanya kuat secara fisik, tapi juga punya ketenangan batin saat menjalankan tugas,” ujarnya.
Di sela kegiatan, beberapa personel terlihat membaca Yasin dengan suara lirih. Sebagian lainnya hanya duduk tenang mendengarkan lantunan ayat.
Suasana yang biasanya dipenuhi instruksi dan komunikasi lapangan berubah menjadi lebih hening. Bagi sebagian anggota, malam Jumat menjadi waktu melepas penat setelah seharian bertugas mengatur ketertiban kota.
“Di sini suasananya lebih adem,” ujarnya.
Irwan menuturkan, kegiatan itu juga menjadi cara mempererat hubungan antaranggota di luar suasana formal kedinasan. Menurutnya, solidaritas personel tidak hanya dibangun melalui apel atau operasi lapangan, tetapi juga lewat kegiatan-kegiatan sederhana yang menumbuhkan rasa kebersamaan.
“Yang dibangun bukan hanya disiplin kerja, tetapi juga kekeluargaan,” katanya.
Di tengah hiruk pikuk Kota Mataram yang terus bergerak hingga malam, para personel memilih duduk melingkar di pendopo. Membaca doa bersama.
“Selepas itu mereka akan kembali bertugas,” ujarnya. (*/r9)
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin