Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Disaksikan Mendagri, Wali Kota Mohan Roliskana Sukses Sabet Creative Finance Award 2026!

Lalu Mohammad Zaenudin • Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:15 WIB
APRESIASI TERBAIK: Wali Kota Mataram Mohan Roliskana saat menerima penghargaan dari Ketua Komisi II DPR RI M. Rifqinizamy Karsayuda di Malam Apresiasi Pemerintah Daerah 2026 Regional Nusra dan Maluku, Selasa malam (19/5).
APRESIASI TERBAIK: Wali Kota Mataram Mohan Roliskana saat menerima penghargaan dari Ketua Komisi II DPR RI M. Rifqinizamy Karsayuda di Malam Apresiasi Pemerintah Daerah 2026 Regional Nusra dan Maluku, Senin malam (19/5).

 


LombokPost
- Gemerlap lampu ballroom Hotel Merumatta Senggigi, Lombok Barat, Senin malam (19/5), menjadi saksi pencapaian terbaik Kota Mataram di panggung regional. Dalam ajang Malam Anugerah Apresiasi Pemerintah Daerah 2026 Regional Nusa Tenggara dan Maluku, Kota Mataram berhasil meraih penghargaan atas keberhasilannya dalam tata kelola keuangan daerah. 

Penghargaan tersebut diserahkan langsung di hadapan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, jajaran kementerian teknis, kepala daerah se-Regional Nusa Tenggara dan Maluku, serta para pemangku kepentingan pembangunan daerah.

Creative Finance Award 2026, merupakan penghargaan atas inovasi pembiayaan daerah dan penerapan sistem e-Budgeting berbasis teknologi informasi. Kota Mataram dinilai berhasil meningkatkan efisiensi serta menekan potensi kebocoran anggaran hingga 12 persen dalam dua tahun terakhir. 

Penghargaan ini diserahkan langsung Ketua Komisi 2 DPR RI M. Rifqinizamy Karsayuda, kepada Wali Kota Mataram Mohan Roliskana. 

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Muhammad Tito Karnavian, menegaskan keberhasilan daerah tidak lagi hanya diukur dari besarnya anggaran. Melainkan dari ketepatan intervensi dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

“Daerah yang berhasil hari ini adalah daerah yang mampu menghadirkan inovasi, memperkuat tata kelola, dan memastikan setiap kebijakan menyentuh kebutuhan rakyat. Kota Mataram menunjukkan bagaimana pengelolaan fiskal yang sehat dapat berjalan seiring dengan penurunan pengangguran, kemiskinan, dan stunting secara terukur,” ujar Tito Karnavian, Senin malami (19/5). 

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Kota Mataram. Mataram dinilai sukses membangun tata kelola pemerintahan yang inovatif dan responsif terhadap persoalan sosial.

“Kota Mataram hari ini menjadi benchmark bagi daerah lain dalam membangun kolaborasi antara inovasi fiskal dan intervensi sosial yang efektif. Prestasi ini membuktikan bahwa kerja pemerintah daerah yang terukur, konsisten, dan melibatkan masyarakat mampu menghasilkan perubahan nyata,” ungkap Gubernur Iqbal.

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, yang menerima langsung penghargaan tersebut menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Mataram serta masyarakat. Semuanya dinilai menjadi bagian penting dari keberhasilan tersebut.

 

Baca Juga: Kota Mataram Raih Penghargaan Creative Financing dan Insentif Rp3 Miliar, Komisi II DPRD Bakal Panggil OPD

“Penghargaan ini bukan semata milik pemerintah, tetapi milik seluruh warga Kota Mataram. Creative financing membuat APBD kita lebih produktif dan tepat sasaran. Turunnya pengangguran, kemiskinan, dan stunting adalah bukti upaya yang telah dilakukan  melalui pendekatan kolaboratif benar-benar bekerja di tengah masyarakat,” ujarnya. 

Ia menambahkan, capaian tersebut akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat program pembangunan Kota Mataram pada tahun 2027. Terutama dalam mendorong ekonomi inklusif, penguatan UMKM, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ajang Anugerah Apresiasi Pemerintah Daerah 2026 sendiri diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri. Ini ditujukan mendorong kompetisi positif antar daerah dalam mendukung 17 Program Prioritas Nasional.

Penilaian dilakukan terhadap lebih dari 200 kabupaten/kota di tiga regional. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), Kemendagri, Bappenas, serta hasil validasi lapangan. 

Indikator penilaian mencakup tata kelola keuangan, pelayanan publik, investasi, ketenagakerjaan, kesehatan, hingga lingkungan hidup. Keberhasilan Kota Mataram menjadi penanda transformasi birokrasi dan pembangunan berbasis kolaborasi sosial bukan sekadar jargon, melainkan strategi nyata menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #penghargaan mendagri #Wali Kota Mataram Mohan Roliskana #Creative Financing