LombokPost – Mahasiswa Program Studi Ilmu Lingkungan, FMIPA, Universitas Mataram (Unram) ikut terlibat langsung dalam edukasi pengelolaan sampah rumah tangga melalui sosialisasi pemanfaatan lubang resapan biopori dan pembagian bibit pohon di Kelurahan Pejeruk, Kota Mataram.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program konversi Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dijalankan mahasiswa melalui sistem magang di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram.
Ketua Kelompok mahasiswa, Bunga Irfania, mengatakan kegiatan itu bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik mulai dari tingkat rumah tangga.
“Alhamdulillah hari ini kami membuat kegiatan sosialisasi mengenai edukasi penggunaan lubang biopori dan juga pembagian bibit pohon,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).
Mahasiswa semester VI Prodi Ilmu Lingkungan itu menjelaskan, persoalan sampah organik masih menjadi tantangan besar di Kota Mataram. Berdasarkan data yang dipaparkan DLH, komposisi sampah organik di Kota Mataram mencapai sekitar 50 hingga 60 persen dalam setahun.
“Harapan kami dari sosialisasi ini, kita bisa membantu mengurangi jumlah sampah organik tersebut dimulai dari masyarakat di rumah-rumah melalui pemilahan sampah sejak dini,” katanya.
Menurut Bunga, langkah sederhana di tingkat rumah tangga dinilai penting untuk menekan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan sementara maupun TPA.
“Minimal bisa dimulai dari kelurahan ini dulu. Nanti harapannya bisa berlanjut ke kelurahan lain dan membantu mengurangi bau di TPS,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bukan KKN reguler seperti umumnya mahasiswa, melainkan bagian dari program konversi KKN berbasis magang yang diterapkan fakultas.
“Kami sebenarnya sedang magang di Dinas Lingkungan Hidup. Sosialisasi ini merupakan bagian dari konversi KKN. Jadi kalau sudah melakukan kegiatan seperti ini, otomatis tidak menjalani KKN reguler lagi,” jelasnya.
Baca Juga: DLH Kota Mataram Optimalkan Biopori Guna Konservasi Air dan Tekan Volume Sampah
Mahasiswa lainnya, Aditya Damar, mengatakan kegiatan tersebut relevan dengan bidang ilmu yang sedang mereka pelajari karena seluruh peserta berasal dari Prodi Ilmu Lingkungan.
“Kami memang sejalur dengan kegiatan ini karena sedang belajar tentang pengelolaan lingkungan,” katanya.
Selama menjalani magang, para mahasiswa ditempatkan di sejumlah bidang berbeda di lingkungan DLH Kota Mataram. Mulai dari Bidang Tata Lingkungan, laboratorium lingkungan di Sayang-Sayang, hingga pengelolaan TPS modern dan budidaya maggot.
“Kami kebtulan di Bidang Tata Lingkungan,” ujar M Naufaul Agustria.
Menurut mereka, kegiatan sosialisasi tersebut tidak secara khusus diperintahkan kampus, namun muncul dari kebutuhan dan persoalan lingkungan yang sedang dihadapi masyarakat.
Baca Juga: Bukan Menggusur, Ini Cara Humanis DPMPTSP Mataram Edukasi UMKM Ukir Kawi yang Belum Kantongi NIB
“Tidak spesifik diminta kampus, tapi karena ada masalah yang ada di dinas dan masyarakat, akhirnya kami ikut membantu,” ujar Rizka Apriani.