LombokPost – Kota Mataram resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) IV ke-22 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2027. Penunjukan tersebut diputuskan dalam pelaksanaan Rakerkomwil IV ke-21 APEKSI Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Denpasar, Bali.
Menanggapi penunjukan sebagai tuan rumah Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menyampaikan apresiasi sekaligus kesiapan menyukseskan agenda tersebut. “Tentu ini kepercayaan yang harus dijawab dengan kesiapan yang baik. Saya optimistis kita mampu, karena sudah biasa melaksanakan event-event skala nasional dan regional,” ujarnya, Minggu (24/5).
Ia menilai penunjukan tersebut menjadi tantangan sekaligus kesempatan menunjukkan perkembangan pembangunan kota kepada daerah lain di Indonesia. “Insya Allah ini menjadi challenge dan kesempatan Kota Mataram menunjukkan perkembangan pembangunan kota selama ini kepada kota-kota lain,” katanya.
Mohan juga belajar dari keberhasilan Kota Denpasar dalam menyelenggarakan Rakerkomwil IV APEKSI 2026 yang dinilai berjalan sukses dan berkesan. “Tentu kita bisa belajar dan mencontoh kesuksesan Kota Denpasar melaksanakan Rakerkomwil IV ke-21 tahun ini dengan sangat baik, sukses, dan mengesankan,” ujarnya.
Mohan, hadir langsung bersama 13 kepala daerah anggota Komisariat Wilayah IV APEKSI lainnya dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Sanur, Denpasar, Bali. Selain menjadi ajang bertukar gagasan dan pengalaman antarkota, forum tersebut juga membahas berbagai isu strategis perkotaan.
Mulai dari penguatan tata kelola pemerintahan, inovasi sektor pariwisata, transformasi layanan publik, hingga pembangunan kota yang responsif terhadap tantangan masa depan. Kegiatan yang mengusung tema “Kolaborasi Kota Harmoni Nusantara” itu menjadi forum strategis bagi para kepala daerah memperkuat sinergi pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, adaptif, dan berdaya saing.
Rangkaian kegiatan resmi ditutup pada Sabtu (23/5) dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Penutupan diisi dengan kegiatan yoga bersama hingga pelepasan tukik di kawasan Pantai Sanur sebagai simbol kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan ekosistem pesisir.
Melalui forum tersebut, para kepala daerah diharapkan dapat melahirkan berbagai ide, inovasi, dan kolaborasi baru. Mendukung pembangunan kota yang harmonis, maju, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di masing-masing daerah.
Sementara itu, Sekda Kota Mataram Lalu Alwan Basri mengatakan penunjukan sebagai tuan rumah Rakerkomwil IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke-22 tahun 2027 adalah kesempatan emas. Dengan demikian, kota akan mulai mempersiapkan segala sesuatu untuk kelancaran dan kesuksesan acara.
Alwan, mengatakan penunjukan tersebut menjadi kehormatan sekaligus momentum penting memperkenalkan potensi daerah kepada kota-kota lain di Indonesia. “Yang pertama tentu kami mengucapkan terima kasih atas ditunjuk dan ditetapkannya Kota Mataram sebagai tuan rumah Rakorwil APEKSI tahun 2027,” ujarnya.
Pemkot menyambut positif keputusan tersebut dan mulai menyiapkan berbagai kebutuhan pelaksanaan kegiatan sejak dini. “Kami menyambut baik setelah ditetapkan menjadi tuan rumah dan tentu harus menyiapkan semuanya karena ini merupakan suatu kehormatan,” tekannya.
Ia menilai forum APEKSI tidak hanya menjadi agenda pertemuan antarpemerintah kota, tetapi juga peluang promosi daerah. Mulai dari budaya, produk UMKM, hingga berbagai inovasi dan program unggulan daerah.
“Ini kesempatan untuk mempromosikan budaya, kreasi, hasil UMKM Kota Mataram, termasuk program-program unggulan daerah dan inovasi yang dikembangkan pemerintah maupun masyarakat,” ujarnya.
Alwan menjelaskan, sejumlah aspek teknis akan menjadi perhatian pemerintah kota dalam menyambut pelaksanaan APEKSI 2027. Di antaranya kesiapan akomodasi, transportasi, infrastruktur, hingga faktor kenyamanan dan keamanan tamu daerah.
“Kami harus menyiapkan secara matang mulai dari akomodasi, transportasi, infrastruktur, sampai yang paling penting adalah kenyamanan dan keamanan,” katanya.
Menurut dia, pelaksanaan kegiatan berskala regional dan nasional selama ini juga terbukti memberi dampak ekonomi bagi daerah. Terutama bagi sektor UMKM, perhotelan, pariwisata, hingga pelaku usaha jasa lainnya.
Sehingga sepeti penyelenggaraan event-event nasional lainnya, target tiga sukses menjadi bidikan pemkot. Sukses penyelenggaraan, sukses ekonomi, dan sukses citra daerah.
“Kegiatan seperti ini tentu membawa dampak positif bagi pelaku ekonomi, UMKM, pariwisata, dan perhotelan,” ujarnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin