Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Korban Pertama Hanyut di Pantai Ampenan Ditemukan Meninggal, Pencarian Anindita Berlanjut

Lalu Mohammad Zaenudin • Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:10 WIB
Jasad Pietro, anak yang hanyut di pantai Ampenan dibawa ke rumah sakit Bhayangkara. (DOK. SAR NTB)
Jasad Pietro, anak yang hanyut di pantai Ampenan dibawa ke rumah sakit Bhayangkara. (DOK. SAR NTB)

 

LombokPost – Duka menyelimuti proses pencarian dua anak yang terseret ombak di kawasan Pantai Ampenan, Kota Mataram. Setelah melakukan pencarian intensif sejak Jumat sore (29/5), tim SAR gabungan akhirnya menemukan satu dari dua korban dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu pagi (30/5).


“Betul, pukul 08.30 WITA tadi tim SAR gabungan menemukan korban pertama atas nama Pietro dalam kondisi meninggal dunia, posisinya mengapung di sebelah utara dari titik awal hilangnya korban,” ujar Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Mataram Bustanil mewakili Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi.


Korban yang ditemukan adalah Pietro Lionel Alesandro Seda, 13 tahun. Jasad korban ditemukan mengapung sekitar satu kilometer ke arah utara dari lokasi awal kejadian atau Last Known Position (LKP) di kawasan Pantai Skip.


Setelah berhasil dievakuasi dari laut, jenazah Pietro langsung dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara Kota Mataram menggunakan kendaraan Rescue D-Max milik Kantor SAR Mataram untuk proses penanganan lebih lanjut.


Penemuan korban pertama tersebut sekaligus mengakhiri pencarian Pietro yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat mandi bersama sejumlah temannya di Pantai Skip pada Jumat sore.


Meski demikian, operasi SAR belum berakhir. Tim gabungan kini memusatkan seluruh kekuatan untuk mencari korban kedua, Anindita Mantika Muslim, 9 tahun, yang dilaporkan hanyut di kawasan Pantai Karang Buyuk dalam kejadian terpisah yang terjadi hampir bersamaan.


“Selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara, seluruh unsur yang terlibat langsung kembali melakukan pencarian untuk korban kedua,” lanjut Bustanil.


Ia menjelaskan, pola pencarian pada hari kedua operasi SAR diperluas dengan membagi personel ke sejumlah sektor. Penyisiran dilakukan baik melalui jalur laut maupun darat untuk memperbesar peluang menemukan korban.


Tim SAR memanfaatkan perahu karet dan Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk menyisir perairan sekitar lokasi kejadian. Sementara personel lain melakukan pencarian di sepanjang garis pantai yang berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus.

Baca Juga: Gelombang Tinggi Makan Korban, Dua Anak Hanyut di Pantai Ampenan


Selain itu, teknologi drone thermal juga dikerahkan guna membantu mendeteksi objek dari udara, terutama di area-area yang sulit dijangkau petugas di lapangan.


Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kantor SAR Mataram, Sat Brimob Polda NTB, Polairud Polda NTB, Polresta Mataram, Polsek Ampenan, Koramil Ampenan, hingga nelayan dan warga setempat yang turut membantu secara swadaya.


Diberitakan sebelumnya, Pietro dan Anindita dilaporkan hilang setelah terseret ombak dalam dua peristiwa berbeda di kawasan Pantai Ampenan pada Jumat sore. Kejadian tersebut kembali menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama ketika kondisi gelombang sedang tinggi.


“Kami tetap memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada agar korban kedua dapat segera ditemukan. Kami juga berharap dukungan doa dari masyarakat agar proses pencarian berjalan lancar,” tutup Bustanil.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#korban tenggelam pantai ampenan ditemukan #jasad pietro #Kantor SAR Mataram