LombokPost – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga Pietro Lionel Alesandro Seda (13), korban yang meninggal dunia setelah terseret ombak di Pantai Skip, Ampenan. Di tengah suasana tersebut, Anggota DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati hadir langsung melayat ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, Sabtu (30/5).
Nyayu Ernawati menyampaikan rasa dukanya atas musibah yang menimpa Pietro. Ia berharap keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan berat tersebut.
"Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian ananda Pietro. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan dalam menghadapi musibah ini," ujar Nyayu Ernawati saat berada di rumah duka.
Kehadiran politisi perempuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan moral bagi keluarga korban yang hingga kini masih berusaha menerima kenyataan pahit kehilangan putra mereka.
Suasana haru terlihat menyelimuti rumah duka saat keluarga, kerabat, dan warga silih berganti memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Peristiwa yang merenggut nyawa Pietro juga menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan terhadap aktivitas anak-anak di kawasan pantai, terutama saat kondisi cuaca dan gelombang laut sedang tidak menentu.
Nyayu mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain di kawasan pesisir tanpa pendampingan yang memadai.
"Musibah ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Saya mengimbau para orang tua untuk lebih ketat mengawasi anak-anaknya, terutama yang bermain di sekitar pantai. Saat ini cuaca cukup sulit diprediksi, gelombang bisa datang tiba-tiba dan membahayakan keselamatan," katanya.
Menurutnya, keselamatan anak harus menjadi prioritas utama. Karena itu, masyarakat diminta sementara waktu menghindari aktivitas bermain di bibir pantai ketika kondisi cuaca tidak bersahabat atau gelombang sedang tinggi.
Diketahui, Pietro merupakan satu dari dua anak yang dilaporkan terseret ombak dalam dua kejadian berbeda di kawasan Pantai Ampenan pada Jumat sore (29/5). Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Sabtu pagi dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian intensif sejak hari pertama kejadian.
"Kita semua tentu berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Mari bersama-sama menjaga anak-anak kita, meningkatkan kewaspadaan, dan mematuhi imbauan keselamatan demi mencegah jatuhnya korban berikutnya," tutup Nyayu.