LombokPost – Tragedi meninggalnya dua anak yang terseret ombak di kawasan Pantai Ampenan menjadi perhatian DPRD Kota Mataram. Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram sekaligus Ketua Fraksi PKS, Ismul Hidayat, menilai peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi serius terhadap pengelolaan destinasi wisata pesisir di Kota Mataram.
"Semoga dari kejadian ini kita bisa belajar lebih cepat agar tidak ada lagi korban berikutnya," ujar Ismul, Minggu (31/5).
Menurutnya, masih terdapat sejumlah kawasan wisata yang belum dikelola secara optimal. Padahal, keberadaan pengelolaan yang baik sangat penting untuk memastikan aspek keselamatan pengunjung, termasuk penyediaan informasi, edukasi, hingga sistem mitigasi risiko di lokasi wisata.
Ismul menilai pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendiri dalam mengawasi seluruh kawasan wisata yang tersebar di Kota Mataram. Karena itu, keterlibatan masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) perlu diperkuat.
"Banyak destinasi wisata yang belum dikelola secara maksimal. Seharusnya ada Pokdarwis yang aktif sehingga kawasan wisata bisa ikut diawasi dan dikelola bersama masyarakat," katanya.
Ia menjelaskan, penguatan partisipasi masyarakat sebenarnya telah memiliki landasan hukum melalui Peraturan Daerah tentang Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Lingkungan yang baru saja disahkan DPRD bersama Pemerintah Kota Mataram.
Karena itu, langkah berikutnya yang dinilai mendesak adalah penyusunan aturan pelaksana agar perda tersebut segera dapat diterapkan di lapangan.
"Perdanya sudah ada, sekarang tinggal bagaimana pemerintah segera menyiapkan peraturan wali kota sebagai aturan turunannya agar bisa dijalankan secara efektif," ujarnya.
Menurut Ismul, keberadaan Pokdarwis tidak hanya berfungsi mengembangkan potensi wisata, tetapi juga dapat menjadi mitra pemerintah dalam menjaga kebersihan, ketertiban, keamanan, serta memberikan edukasi kepada pengunjung terkait kondisi cuaca dan potensi bahaya di kawasan pantai.
"Pemerintah perlu mengajak masyarakat terlibat karena tidak mungkin semua kawasan diawasi sendiri oleh pemerintah. Kolaborasi inilah yang harus diperkuat agar destinasi wisata kita lebih aman dan nyaman bagi masyarakat," tutupnya.