A
LombokPost — Ikatan Alumni Pascasarjana (IKAPAS) UIN Mataram mempertegas komitmen taktisnya dalam memperluas penetrasi dan kontribusi riil di tengah masyarakat. Organisasi wadah cendekiawan ini berkomitmen menyinergikan potensi besar para alumni guna mendongkrak kemajuan almamater sekaligus menjadi motor penggerak solusi atas berbagai problem sosial di daerah.
“Pembentukan IKAPAS membangun kesinambungan intelektual, moral, dan sosial antara alumni dengan almamater,” tegas Ketua IKAPAS UIN Mataram yang juga merupakan Wakil Wali Kota Mataram TGH. Mujiburrahman, di Ballroom Hotel Lombok Raya, Sabtu (30/5/2026).
Menurut figur nomor dua di jajaran Pemkot Mataram ini, IKAPAS didirikan atas kesadaran kolektif jejaring alumni harus bertransformasi menjadi ruang kolaborasi keilmuan yang taktis. Alumni tidak boleh terjebak dalam romantisme masa lalu atau sekadar ajang silaturahmi formalitas, melainkan penguatan profesionalisme yang berdampak langsung bagi kemajuan institusi dan instansi di NTB.
“Hubungan alumni dengan kampus tidak berhenti ketika wisuda selesai, tetapi justru memasuki fase pengabdian yang lebih luas bagi umat, bangsa, dan masyarakat,” sambungnya.
Menghadapi dinamika global yang kian kompleks, para magister dan doktor lulusan kampus Islam negeri terbesar di NTB ini dituntut memiliki benteng pertahanan moral yang kokoh. Alumni Pascasarjana UIN Mataram memikul tanggung jawab ideologis membumikan marwah keilmuan Islam yang moderat, integratif, dan transformatif demi menangkal derasnya arus disrupsi digital, fragmentasi sosial, hingga degradasi etika publik.
“Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, alumni perguruan tinggi Islam harus tampil menjadi penghubung antara ilmu, nilai, dan pengabdian sosial,” ujarnya taktis.
Melalui momentum Rakerda perdana ini, IKAPAS UIN Mataram diproyeksikan bakal melahirkan cetak biru (blueprint) program kerja yang selaras dengan arah pembangunan daerah. Konsolidasi gagasan dan penyatuan visi para intelektual ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi kebijakan publik yang taktis, khususnya mendukung kemajuan tata kelola pemerintahan serta penguatan ekonomi umat.
“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton sejarah, tetapi harus menjadi bagian dari solusi yang membawa manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin