Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Slogan Daerah Seribu Masjid Terancam Tercoreng, Dewan Ichsan Sesalkan Promosi Vulgar Hotel Melati!

Lalu Mohammad Zaenudin • Selasa, 2 Juni 2026 | 17:17 WIB
Anggota DPRD Kota Mataram Fraksi PKS M Nurul Ichsan
Anggota DPRD Kota Mataram Fraksi PKS M Nurul Ichsan

 

LombokPost - Anggota Komisi II DPRD Kota Mataram dari Fraksi PKS, M. Nurul Ichsan, meminta adanya penelusuran terhadap dugaan promosi vulgar yang dilakukan sejumlah hotel melati di Kota Mataram.

Menurutnya, penggunaan diksi yang dinilai tidak sesuai dengan budaya ketimuran dan nilai-nilai keagamaan perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

"Sangat perlu sekali. Ini memang menjadi bagian tugas kita di Komisi II untuk melihat persoalan seperti ini," kata Nurul Ichsan saat dimintai tanggapan terkait beredarnya sejumlah konten promosi hotel yang viral di media sosial, Selasa (2/6/2026). 


Menurutnya, promosi yang beredar tersebut memunculkan keresahan karena narasi yang digunakan dinilai terlalu vulgar dan berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Terlebih, sebagian hotel yang disebut dalam konten tersebut berada di kawasan Kota Mataram yang dikenal sebagai daerah religius.


Nurul mengaku belum melihat secara langsung seluruh video yang beredar. Namun secara umum ia menilai pemerintah daerah perlu melakukan pengawasan terhadap aktivitas usaha perhotelan, khususnya hotel melati yang menjadi sorotan publik.


"Pemerintah daerah juga perlu mengontrol. Mungkin lurah dan pihak terkait juga harus melakukan pengawasan terhadap hotel-hotel melati yang ada," ujarnya.


Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat konten yang menggunakan kata-kata yang dianggap tidak senonoh. Selain itu, ada pula promosi yang mengajak pasangan muda-mudi untuk menginap dengan berbagai penawaran harga dan fasilitas tertentu.


Kondisi tersebut, menurutnya, dapat memunculkan penafsiran negatif di tengah masyarakat. "Kalau narasinya seperti itu, masyarakat bisa saja berkesimpulan bahwa ada ajakan kepada hal-hal yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku," katanya.


Meski demikian, Ichsan mengingatkan agar semua pihak tetap mengedepankan asas kehati-hatian sebelum menjatuhkan penilaian. Ia membuka kemungkinan konten yang beredar bisa saja bukan berasal dari pihak hotel secara langsung.

Baca Juga: Heboh Konten Promosi Hotel Berdiksi Tak Senonoh di Medsos, Legislator PPP Mataram Angkat Bicara!


Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan ada pihak lain yang membuat atau menyebarkan konten tersebut untuk tujuan tertentu, termasuk persaingan usaha.
"Kita juga harus membuka peluang kemungkinan lain. Jangan-jangan ini dibuat oleh kompetitor untuk saling menjatuhkan. Bisa saja seperti itu," ujarnya.


Karena itu, ia menilai perlu dilakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar. DPRD, khususnya Komisi II, disebutnya memiliki kepentingan mengetahui apakah konten tersebut memang diproduksi atau diarahkan oleh pihak hotel, atau murni merupakan kreasi pihak lain seperti influencer.


"Perlu kita turun untuk memastikan apakah benar hotel-hotel itu yang membuat konten demikian atau ada pihak lain yang mengarahkan promosi seperti itu," tegasnya.


Ichsan menambahkan, persoalan tersebut tidak bisa dilepaskan dari identitas Kota Mataram yang selama ini dikenal dengan julukan Kota Seribu Masjid. Karena itu, berbagai aktivitas promosi usaha di ruang publik juga perlu mempertimbangkan nilai budaya dan norma yang hidup di masyarakat.


"Slogan daerah Seribu Masjid ini jangan sampai tercederai oleh hal-hal seperti ini," katanya.


Ia mengungkapkan, rencana pembahasan mengenai persoalan tersebut akan segera dikomunikasikan di internal Komisi II DPRD Kota Mataram. Bahkan, menurutnya, agenda turun lapangan sebenarnya sempat direncanakan sebelumnya sebelum munculnya isu tersebut.


"Nanti kita komunikasikan di Komisi II. Kebetulan ini menjadi masukan bagi kami untuk dibahas dan ditindaklanjuti," pungkasnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #m nurul ichsan #promosi vulgar hotel melati #DPRD Kota Mataram