Dari Pekarangan, Suli Mekar Raih Juara P2L Kota Mataram Tahun 2026

Kimda Farida • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 09:50 WIB
RAIH JUARA: Ketua TP PKK Kota Mataram Hj Kinastri Mohan Roliskana menyerahkan hadiah kepada Camat Selaparang Mulya Hidayat usai KWT Suli Mekar, Lingkungan Gegutu Barat, Kelurahan Rembiga, ditetapkan sebagai juara lomba Aku Hatinya PKK melalui P2L tingkat Kota Mataram, Kamis (27/8).
RAIH JUARA: Ketua TP PKK Kota Mataram Hj Kinastri Mohan Roliskana menyerahkan hadiah kepada Camat Selaparang Mulya Hidayat usai KWT Suli Mekar, Lingkungan Gegutu Barat, Kelurahan Rembiga, ditetapkan sebagai juara lomba Aku Hatinya PKK melalui P2L tingkat Kota Mataram, Kamis (27/8).

 

Sorak kebahagiaan pecah di Aula Pendopo Wali Kota Mataram, Kamis (27/8). 

KWT Suli Mekar, Lingkungan Gegutu Barat, Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, ditetapkan sebagai pemenang lomba Aku Hatinya PKK melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) tingkat Kota Mataram Tahun 2026.

-----------------

Kemenangan itu bukan sekadar soal lomba. Di baliknya, ada kekompakan warga, dukungan lintas sektor, serta kemauan kuat mengubah pekarangan menjadi sumber pangan keluarga. Tanaman sayur hingga berbagai komoditas pangan tumbuh di lahan warga Gegutu Barat.

Ketua TP PKK Kota Mataram Hj Kinastri Mohan Roliskana mengatakan, program Aku Hatinya PKK telah mendorong pertumbuhan KWT secara signifikan. Dari semula hanya enam KWT sebelum lomba ini digelar empat tahun lalu, kini jumlahnya mencapai 76 KWT di Kota Mataram.

“Dengan ibu-ibu kita gerakkan untuk memanfaatkan lahan pekarangan, kami berharap ada kemandirian pangan di rumah tangga,” ujarnya dalam ekspose lomba.

Menurut Bunda Kikin, sapaannya, kebutuhan sederhana seperti sayur, cabai, bawang, telur hingga ikan dapat dipenuhi dari lingkungan rumah jika masyarakat konsisten memanfaatkan lahan yang tersedia. Upaya tersebut sekaligus membantu menekan pengeluaran rumah tangga dan mendukung pengendalian inflasi.

Namun, keberlanjutan KWT masih menjadi pekerjaan rumah. Dari 76 KWT yang terbentuk, sekitar 20 kelompok disebut berada dalam kondisi mati suri. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan karena kelompok membutuhkan bibit, pupuk, serta biaya perawatan tanaman.

Baca Juga: Landfill Kebon Kongok Penuh, Mataram Kejar Landfill 3

Karena itu, Bunda Kikin mendorong pengurus PKK di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. KWT tidak bisa hanya mengandalkan dukungan pemerintah, tetapi perlu menggandeng masyarakat, perguruan tinggi, dunia usaha, maupun pemangku kepentingan lainnya.

Ia juga mengusulkan penyusunan buku saku standar pengelolaan KWT bersama Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Perikanan. Buku tersebut diharapkan menjadi panduan praktis bagi warga ketika menghadapi persoalan budidaya tanaman maupun pengelolaan kelompok.

“Jangan sampai KWT terbentuk hanya karena lomba. Saya berharap kegiatan ini terus konsisten dan bisa menjadi gerakan kemandirian pangan dari rumah,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Selaparang Mulya Hidayat mengatakan pemanfaatan pekarangan di wilayahnya berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat. Kebiasaan bercocok tanam semakin kuat sejak pandemi Covid-19 ketika aktivitas warga lebih banyak dilakukan dari rumah.

“Alhamdulillah sampai saat ini kegiatan itu tetap berjalan,” katanya.

Pembinaan dilakukan secara berjenjang. Kecamatan Selaparang bahkan menggelar kompetisi serupa antarkelurahan dan lingkungan untuk menentukan wakil terbaik sebelum mengikuti lomba tingkat Kota Mataram.

Selain menghasilkan pangan, kegiatan P2L juga mendorong warga lebih peduli terhadap lingkungan. Sampah dapur dimanfaatkan menjadi kompos untuk mendukung kegiatan bercocok tanam.

Baca Juga: Gubernur Miq Iqbal Titip Desa Berdaya dan Hutan NTB kepada Babinsa

Bagi KWT Suli Mekar, kemenangan tersebut menjadi buah dari proses panjang. Lebih dari sekadar piala, keberhasilan mereka menunjukkan bahwa pekarangan yang dikelola bersama dapat menjadi ruang produktif sekaligus pintu masuk menuju kemandirian pangan keluarga

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
AKU HATINYA PKK KWT Suli Mekar P2L Kota Mataram Gegutu Barat PKK Kota Mataram