LombokPost — Sebagai bentuk komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Mataram meresmikan fasilitas Maggot Center di TPS3R Kelurahan Tanjung Karang Permai.
Kehadiran fasilitas ini menjadi solusi strategis dalam mengurai persoalan sampah organik kota sekaligus mendukung operasional ramah lingkungan pembangkit Lombok Peaker.
Direktur Gas dan BBM PT PLN EPI, Erma Melina Sarahwati, menjelaskan kolaborasi ini tidak hanya bertujuan membangun fasilitas fisik semata, melainkan menciptakan ekosistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan (sustainable) dan memiliki nilai tambah ekonomi bagi warga sekitar.
"Pengelolaan sampah ini menjadi perhatian kita bersama seiring meningkatnya konsumsi masyarakat. Hadirnya PLN EPI melalui program ini bertujuan agar seluruh mata rantai pengelolaan lingkungan memberi dampak langsung, baik dari sisi kelestarian lingkungan maupun peningkatan ekonomi warga melalui pelatihan dan pendampingan yang berkesinambungan," ujar Erma.
Erma menambahkan, penunjukan lokasi di kawasan Tanjung Karang Permai beriringan dengan rencana strategis transisi energi pada Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Lombok Peaker.
Pembangkit yang sebelumnya berbasis bahan bakar minyak (BBM) tersebut akan dikonversi menggunakan bahan bakar gas yang lebih ramah lingkungan.
Baca Juga: PLN EPI Dampingi 45 UMKM Mataram Sulap Sampah Pantai Menjadi Sumber Cuan
Langkah ini mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Kota Mataram.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, mengungkapkan kehadiran Maggot Center sangat krusial mengingat adanya pembatasan ritasi pembuangan sampah ke TPA Kebon Kongok.
"Di tengah keterbatasan kapasitas TPA Kebon Kongok yang terus di-deadline, kehadiran PT PLN EPI memberikan solusi konkret. Pola lama 'ambil, proses, buang' kini kita ubah menjadi 'ambil, proses, dan menghasilkan komoditas produktif'. Pengolahan sampah berbasis maggot ini terbukti mampu menekan porsi sampah organik yang dibuang ke TPA," jelas Martawang.
Baca Juga: Cegah Abrasi, PLN EPI Tanam 2.500 Pohon di Pantai Induk Lombok Barat
Lebih lanjut, Martawang memaparkan bahwa rencana pengembangan penataan dermaga atau tambatan gas di Lombok Peaker turut berdampak pada penataan 43 pedagang kaki lima (PKL) di kawasan wisata Pantai Viral Bagek Kembar.
Sisa sampah makanan dari puluhan warung binaan PLN EPI tersebut kini tidak lagi menjadi beban limbah daerah, melainkan dimanfaatkan langsung sebagai pakan maggot.
Sementara itu, Ketua TPS3R Kelurahan Tanjung Karang Permai, Muhammad Ridwan, menyampaikan operasional Maggot Center saat ini mengolah sampah organik hasil pemilahan dari 43 warung di Pantai Viral, sampah rumah tangga kelurahan, serta sisa makanan dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sekolah-sekolah terdekat.
"Nilai ekonominya sangat dirasakan oleh masyarakat Lingkungan Bagek Kembar. Program ini telah membuka lapangan kerja dan mata pencaharian baru. Saat ini kami memberdayakan sekitar 10 orang warga lokal yang sudah menerima penghasilan rutin dari pengelolaan sampah ini berkat fasilitasi pelatihan dan sarana dari PT PLN EPI," tutur Ridwan.
Kolaborasi antara Pemkot Mataram, PT PLN EPI, dan pengelola TPS3R ini diharapkan menjadi percontohan nasional dalam mengintegrasikan proyek transisi energi bersih dengan pemberdayaan masyarakat berbasis pengelolaan sampah mandiri.
Editor : Nur CahayaSumber : Lombok Post Online