Michelle Ziudith berkunjung ke Kota Mataram. Kali ini untuk mempromosikan film terbarunya: Calon Bini. Dua hari di kota Maju, Religius, dan Berbudaya ini, artis cantik itu mengaku jatuh cinta pada pedasnya sate Rembiga.
YUYUN ERMA KUTARI, Mataram
==========================
Perlimaan di Kota Tua Ampenan tampak ramai. Kendaraan lalu lalang silih berganti, menunggu lampu hijau menyala. Tampak di depan sebuah kafe, di jalan Koperasi. Puluhan orang berpakaian seragam kaos hitam terlihat menunggu tamu penting.
Penjagaan di halaman cafe cukup ketat. Undangan terbatas. Setelah menunjukkan kartu identitas, Koran ini masuk ke sebuah kafe, dimana tempat jumpa media digelar. Maklum saja, tamu penting itu adalah dua artis remaja ibu kota. Mempromosikan filmnya di Kota Mataram.
Aroma kopi begitu terasa di dalam kafe. Makanan dan minuman sudah disediakan. Baik untuk tamu undangan dan sang artis. Sambil menunggu kedatangan tamu penting, sang pemandu acara lebih dulu berinteraksi dengan para awak media.
Yang hadir saat itu, bukan hanya dari media cetak. Namun media elektronik, radio, sampai youtuber, selebgram, influencer hingga para penggemar, yang siap menyaksikan keseruan dua artis tersebut.
“Sabar ya, barusan saya dapat informasi kalau artisnya sudah dalam perjalanan ke sini,” kata pemandu acara.
Rasa lelah menunggu dan bosan itu sirna, saat kedua artis itu Michelle Ziudith dan Rizky Nazar memasuki cafe. Suasana yang awalnya diam, berubah menjadi riuh karena sikap friendly, menyapa semua yang hadir.
“Sudah lama menunggu?” kata Michelle Ziudith.
Kemudian disambut riuh dari para undangan yang hadir. Dirinya mengatakan, melakukan promosi di Kota Mataram memang sangat menyenangkan. Rasanya dua hari tidak cukup menikmati keramahan masyarakat, makanan, apalagi keindahan alamnya.
Menurut Michelle, memang benar apa kata orang diluaran sana, keindahan alam Lombok benar-benar terbukti. Ia belum bisa bebas menikmatinya, karena jatah waktu promosi film ‘Calon Bini’ hanya dua hari saja.
“Rasanya gak cukup promosi dua hari, maunya di sini tuh empat sampai tujuh hari,” tegasnya.
Ia pun mengakui, benar apa kata orang-orang yang pernah berlibur ke Lombok. Bahwa kalimat yang selalu ia dengar, ‘jangan ke Lombok, nanti gak mau pulang,’ membuat dirinya ingin berlama-lama.
“Tampaknya memang tagline yang sangat benar untuk menggambarkan tentang Lombok, luar biasa,” kata Michelle, yang disambut dengan riuh dari tamu undangan yang hadir.
Bagi Michelle, ini kali pertamanya ia menginjakkan kaki di Lombok, sementara bagi Rizky, ini yang kedua kalinya sejak 2017 silam dalam rangka project film juga. Pada jumpa media yang digelar, baik Michelle keduanya banyak bercerita bagaimana kesan berperan dalam film ‘Calon Bini’, yang mengangkat genre drama komedi.
Bagi Michelle dan Rizky, genre drama komedi adalah yang hal baru. Karena jauh sebelum itu, keduanya telah banyak membintangi film dengan genre drama romantis. Menurut Michelle sendiri, memainkan film bergenre drama komedi, tidak semudah drama pada umumnya. Karena ia dan Rizky tidak dituntut untuk melucu, tetapi bagaimana caranya menciptakan situasi komedi.
“Jadi emang itu jauh lebih sulit, kalau situasi komedianya gak dapet, kita harus ciptakan itu berulang kali dan take juga dilakukan berulang kali,” terangnya.
Michelle dan Rizky juga menjelaskan bagaimana makna dan lama proses penggarapan filmnya. Michelle seseorang keturunan melayu belanda, karena berperan sebagai ‘Ningsih’, dalam ceritanya gadis jawa tulen, belajar bahasa sekian lama jawa sampai harus blusukan ke pasar-pasar tradisional di Jogjakarta.
Begitu juga dengan Rizky, melakoni peran sebagai Satria. Harus berjuang dan belajar dengan para senior, demi menghidupkan genre komedi dalam film itu. Keduanya juga tidak lupa membaca saran, komentar dan kritik dari para penonton bahkan review film.
“Bagi kami, itu salah satu cara untuk terus belajar, mana yang harus diperbaiki agar kualitas akting dan film semakin bagus,” jelas Rizky.
Dalam promosi film kali ini, baik Michelle dan Rizky sangat terkejut dengan antusiasme para penggemar mereka di Kota Mataram. Promosi memang dilakukan selama dua hari, pada 19 promosi dengan cara jumpa penggemar dan nonton bareng di CGV Transmart Mataram, sementara 20 Februari, promosi jumpa media.
“Kita nggak nyangka, seramai dan seriuh itu, ada lima studio yang full seat, ngumpul semua disitu, luar biasa kita nggak nyangka,” tegas Rizky yang disambut dengan tepuk tangan.
“Kemudian animonya orang-orang Lombok untuk mendukung perfilman Indonesia, memang luar biasa,” tambah Michelle.
Dengan pencapaian seperti itu, tentu saja keduanya berharap film ‘Calon Bini’, ini bisa menjadi pilihan bagi masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Kota Mataram, untuk ditonton bersama orang-orang terkasih.
Pada kesempatan itu, awak media juga sempat menyinggung soal kesan Lombok pascagempa. Baik Michelle dan Rizky tahu jika Lombok saat ini dalam tahap recovery. Bagi Michelle, sebuah keberuntungan bisa melihat langsung keindahan Lombok.
Ia bercerita, usai jumpa penggemar pada hari itu ia mencoba menikmati keindahan alam Lombok dengan menyantap masakan khas Lombok yaitu Sate Rembiga. Menyantapnya pun dipinggir pantai. Ia mengaku baru pertama kali mencobanya.
“Woah… itu enak banget sumpah,” seru Michelle.
Meskipun Ia dan Rizky sempat telat meminta untuk dihidangkan Sate Rembiga. Kesan pertama soal masakan khas Lombok yang satu ini adalah pedas. Bahkan Michelle sempat tidak tahan karena rasa pedasnya sangat menohok lidah.
“Aduh pedas banget. Tapi pedasanya itu langsung hilang, ada merica atau ladanya gitu, tapi itu enak banget,” tegas Michelle.
Saking pedasnya, Rizky sempat mengatakan ‘lebay’ pada Michelle. Namun keduanya tidak bisa memungkiri, bumbu rahasia yang begitu meresap ke Sate Rembiga, membuat terutama Michelle langsung jatuh cinta. Kemudian aroma khas dari satenya membuat ingin terus melahap.
“Itu enak banget pokoknya, jadi pengen bawa pulang tapi masih promo lagi kan,” katanya sambil tertawa.
Ia memang sempat berpikir untuk membawa Sate Rembiga untuk dibawa kembali ke Jakarta, namun setelah melihat langsung dimana pusat kuliner satu ini dijual, dengan kondisi mengantre, Michelle kemudian mengurungkan niatnya.
“Oh oke! Kita bersyukur kok udah bisa nyoba,” pungkasnya. (*/r5)
Editor : Administrator