Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Menjamurnya Bisnis Ikan Asap di Jalur Lingkar Selatan

Administrator • Kamis, 28 Maret 2019 | 10:19 WIB
SIBUK LAYANI PEMBELI: Nurhayati tengah sibuk membuat bumbu pelecing kangkung sambil menunggu olahan ikan yang sedang diasapi, kemarin (27/3).
SIBUK LAYANI PEMBELI: Nurhayati tengah sibuk membuat bumbu pelecing kangkung sambil menunggu olahan ikan yang sedang diasapi, kemarin (27/3).

Bisnis ikan asap menjamur di jalur Lingkar Selatan. Ekonomi warga perlahan hidup. Karena konsumen menyambutnya dengan baik. Bahkan, dalam sebulan, setiap pedagang omzetnya bisa puluhan juta.


YUYUN ERMA KUTARI, Mataram


=========================


Siang itu begitu terik. Peluh menetes dipelipis pedagang ikan bakar itu. Sesekali mengelap tipis, sambil melanjutkan kegiatan mengulek beberapa bumbu.


Saat Koran ini datang, rupanya Nurhayati sedang melayani beberapa pelanggan yang hendak makan siang di lapaknya. Namanya ‘Warung Bu Ati’.


“Lagi bikin bumbu pelecing,” katanya.


Wanita 38 tahun ini rupanya sudah hampir setahun berjualan ikan asap. Awalnya ia hanya seorang pedagang sayur, di Pasar Pagesangan. Namun, karena keuntungan dari jualan sayur belum cukup memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari, maka pilihannya jatuh pada menjual ikan asap.


Ia bercerita, keuntungan yang didapatkan dalam sehari memang tidak menentu. Jika para peziarah banyak mengunjungi makam Loang Baloq, biasanya itu menjadi ladang rezeki bagi Nurhayati. Ia bisa membawa pulang setidaknya Rp 700 ribu, dengan menjual 30 sampai 40 ekor ikan. Ditambah lagi dengan masakan khas Lombok Lainnya. Rata-rata omzetnya per bulan sekitar Rp 20 juta sampai Rp 30 juta.


Sementara jika masa-masa sepi, misalnya hari kerja, setidaknya ia bisa meraup keuntungan Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu sehari.


“Semuanya tergantung situasi, tetapi Alhamdulillah ada saja yang beli,” ujarnya.


Warung Nurhayati buka dari jam 10 pagi hingga jam sembilan malam.


Sampai saat ini, ia melihat ikan asap sangat diminati warga kota. Tidak sedikit ibu-ibu yang datang untuk membeli ikan asap Nurhayati, kemudian diolah kembali didapur masing-masing.


Nurhayati bercerita, mengolah ikan segar menjadi ikan asap, merupakan salah satu cara untuk mengawetkan ikan secara alami. Ikan yang biasa ia jual terdiri dari ikan Cakalang, ikan Kakap, Patin, Tongkol, dan masih banyak lagi. Namun ke empat jenis ikan itu biasanya yang paling banyak dicari.


Seperti pengasapan pada umumnya, Nurhayati menyediakan bahan ikan dan serabut kelapa. Agar pelanggannya tidak pindah ke pedagang lain, tentu saja ia harus memastikan kesegaran ikan.


Biasanya, kata dia, kalau ikan yang tidak segar, saat ditusuk dengan kayu saat dimulai pengasapan, biasanya langsung hancur alias berubah teksturnya saat dibakar.


Karena itu, ia termasuk selektif dalam membeli bahan ikan yang akan di asapi. Tentu saja ikan segar akan memiliki tekstur utuh, dagingnya kokoh. Dan pada saat diasapi akan memberi tekstur agak keras di luar namun lembut di dalam. Kemudian yang paling penting, aroma amis tidak terasa.


“Biasanya ada teknik mengasap ikan, ada yang kukus dulu, kalau saya biar segarnya tetap terasa, tidak dikukus cuma memakai sedikit perasan jeruk nipis pas dibersihkan, biar makin segar,” tegasnya.


Selain itu, ia tidak sekaligus mengasapi semua ikan yang ia punya. Pertama ia bakar lima sampai 10 ekor ikan. Ketika ikan yang tersedia sudah habis, ia kemudian melanjutkan ke pengasapan tahap berikutnya. Memang waktu yang dibutuhkan cukup lama, bisa sampai 30 menit hingga satu jam. Karena pada menit-menit terakhir pengasapan, Nurhayati wajib menggunakan teknik pengasapan pendinginan.


“Kalau yang terakhir itu, biar bau asapnya tetap kerasa dan menjaga warna cokelat daging ikannya, jadi pas ada yang beli tetap segar aja,” ujarnya.


Pelanggan Nurhayati bisa memilih ikan asap dengan bumbu dicocol menggunakan kecap atau sambal. Sambalnya pun ada dua jenis, menggunakan sambal  dalam pelecing kangkung dan sambal terong.


Ia juga tidak lupa menyediakan kerupuk dan mentimun, sebagai teman pelengkap saat menyantap ikan asap. Semuanya langsung dari dapur Nurhayati. (*/r5)


Editor : Administrator
#Metropolis