MATARAM-Rencana pembangunan kereta gantung di sekitar kawasan Gunung Rinjani oleh PT Indonesia Lombok Resort segera terealisasi. “Kami sudah bertemu mereka,” kata Kepala Dinas LHK NTB H Madani Mukarom saat dikonfirmasi, kemarin.
Proyek ini diwacanakan pada 2013 lalu oleh bupati Lombok Tengah. Namun, karena Hak Guna Usaha dan kewenangan pengelolaan hutan dialihkan ke pemprov, bupati Lombok Tengah tidak bisa mengeluarkan izin.
“Pas mereka (investor) datang lagi ke kami, kami beri syarat tidak boleh membangun di kawasan inti Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR),” jelasnya.
Wacana pembangunan kereta gantung tersebut sempat menimbulkan kegaduhan di sosial media. Masyarakat menilai pemda tidak peka terhadap kondisi hutan Rinjani dan seakan membunuh mata pencaharian para potter.
Madani meluruskan, proyek tersebut tidak akan dibangun di dalam zona inti TNGR. Meliputi kawasan Pelawangan, Danau Segara Anak dan puncak. Apalagi di blok pemanfaatan jasa wisata pada kawasan taman hutan raya dan hutan lindung areal KPH.
“Berdasarkan aturan yang berlaku, tidak diperkenankan membangun sarana dan prasarana,” tegasnya.
Kereta gantung dengan panjang 10 kilometer itu akan dibangun dari Karang Sidemen, Kecamatan Batu Kliang Utara, Lombok Tengah menuju kawasan hutan lindung pada bagian atasnya. “Kami sudah koordinasi dan tidak akan mengganggu kawasan itu,” jelasnya.
Sehingga semua pekerjaan teknis termasuk alat dan bahan pembangunan kereta gantung akan diangkut menggunakan helikopter. Kemudian sistem bersambung dari tiang satu ke yang lainnya. Sehingga meminimalisasi pembukaan kawasan.
“Tinggi kereta gantung ini juga 60 meter, sedangkan tinggi pohon disana berkisar 10 meter hingga 20 meter, aman,” terang Madani.
Untuk mendapatkan semua izin prinsip, termasuk kajian Amdal, Dinas LHK NTB akan segera berkoordinasi dengan DPMPTSP NTB dan izin teknis ke Dispar NTB. “Kami usahakan ini bisa segera selesai, agar kita bisa lanjutkan ke tahap berikutnya,” pungkas Madani.
Asisten II Setda NTB H Ridwan Syah mengatakan, dengan kereta gantung, wisatawan bisa menikmati panorama Gunung Rinjani dari sudut pandang yang lain. “Ini sangat bagus, mendukung pariwisata kita,” terangnya.
Karena itu, Pemprov NTB akan terus mengawal proyek ini. Pemprov berharap, investor benar-benar serius dalam merealisasikannya. (yun/r5)
Editor : Redaksi Lombok Post