Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Akibat Virus Korona, Destinasi Wisata di Kota Mataram Sepi

Redaksi Lombok Post • Selasa, 17 Maret 2020 | 13:46 WIB
MASIH SEPI: Dispar Kota Mataram belum memutuskan menutup destinasi wisata di Kota Mataram. Nampak pedagang di Pantai Ampenan baru membuka lapaknya setelah hujan, kemarin.
MASIH SEPI: Dispar Kota Mataram belum memutuskan menutup destinasi wisata di Kota Mataram. Nampak pedagang di Pantai Ampenan baru membuka lapaknya setelah hujan, kemarin.

MATARAM-Pariwisata Kota Mataram bisa terdampak akibat penyebaran virus Korona. Banyak acara besar, yang berpusat di Kota Mataram, terpaksa ditunda. ”Semua kegiatan yang melibatkan kerumunan massa, itu dipending,” kata Kadispar Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi, kemarin.


Kondisi tersebut berpotensi membuat turun okupansi hotel di Kota Mataram. Karena itu, Dispar Kota Mataram berusaha menyikapi dengan bijak paparan virus Korona dengan kondisi pariwisata kota.


Kata Denny, Dispar belum berpikir untuk melakukan penutupan destinasi wisata Kota Mataram. Meski di sana menjadi tempat berkumpulnya masyarakat. Artinya terbuka peluang terjadinya kontak antara masyarakat.


”Untuk penutupan itu akan kita koordinasikan dengan pimpinan. Juga Pak Sekda,” ujarnya.


Bagi Denny, ditutup atau tidak destinasi, membutuhkan kajian lebih mendalam. Keputusannya bukan diambil Dispar saja. Harus juga melibatkan OPD lain. Terutama untuk menghitung dampak yang akan ditimbulkan.


”Yang pasti kalau ditutup, ada dampak ekonomi bagi masyarakat,” ucap Denny.


Meski begitu, Denny prefer agar destinasi wisata tidak ditutup. Ia memikirkan dampak yang ditimbulkan akan lebih besar. Terutama yang berkaitan dengan perekonomian masyarakat. Belum ditambah lagi dengan persoalan recovery, apabila destinasi ditutup.


Agar destinasi wisata tetap aman bagi pengunjung, Dispar berkoordinasi dengan OPD terkait. Rencananya, seluruh destinasi akan disemprot. Disterilisasi agar tidak ada paparan virus. Selain itu, mereka segera menyiapkan wastafel portabel untuk pengunjung.


”Nanti alatnya akan dibeli Dinas Pertanian dan Dikes,” tutur Denny.


Pencegahan bukan saja dilakukan di sejumlah destinasi. Dispar menyebut sudah membuat surat edaran. Diberikan kepada seluruh hotel dan restoran di Kota Mataram.


Dispar meminta manajemen hotel dan restoran untuk melengkapi sarana kebersihan. Salah satunya menyediakan hand sanitizer. Bila perlu setiap kamar dilengkapi hand sanitizer. ”Itu wajib disediakan untuk tamu. Sebagai langkah pencegahan,” imbuhnya.


Denny juga menyebut manajemen hotel dan restoran harus memikirkan perlindungan karyawannya. Terutama mereka yang melakukan kontak langsung dengan tamu hotel dan pengunjung restoran. (dit/r3)


Editor : Redaksi Lombok Post
#Virus Korona #Kunjungan Wisatawan #Metropolis #destinasi wisata