Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tak Ada Lagi Kompromi, Tempat Hiburan di Mataram Harus Tutup

Administrator • Minggu, 29 Maret 2020 | 21:45 WIB

MATARAM-Pemkot Mataram benar-benar tak ingin kecolongan. Meski belum ada satu kasus positif virus Korona di ibu kota. ”Kita tidak ingin ada kejadian atau kasus di Kota Mataram. Jadi semua imbauan dan edaran pemerintah itu harus dipatuhi,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, kemarin.

Yang paling disoroti Ahyar adalah tempat hiburan hingga destinasi wisata. Sudah ada imbauan agar lokasi-lokasi tersebut ditutup sementara. Guna menghindari kerumunan masyarakat.

Ahyar menegaskan, tidak ada tawar menawar lagi. Segala jenis tempat hiburan, berapapun jumlahnya, harus ditutup. ”Tutup total, tidak ada diskusi. Itu yang saya minta,” tegas wali kota dua periode ini.

Guna memperkuat hal tersebut, Ahyar mengambil kebijakan untuk menerapkan jam malam. Mulai kemarin. Dengan cara memadamkan lampu-lampu di sejumlah jalan protokol dan taman kota. Hingga mematikan jaringan wifi publik di beberapa titik.

”Kalau ada yang masih kerumunan, nongkrong-nongkrong di jalan, itu bubarkan. Pokoknya tidak ada lagi keramaian. Tidak ada lagi dalil-dalil segala macam,” kata Ahyar.

Untuk penutupan tempat hiburan, Pemkot Mataram meminta bantuan TNI dan Polri. Tugas ini diemban bersama Satpol PP Kota Mataram.

Ahyar meminta, petugas Satpol PP bisa bergerak dengan maksimal. Melakukan koordinasi dengan camat hingga kelurahan. Kalau perlu, mereka bisa mengambil inisiatif sendiri, tanpa harus menunggu instruksi dari pimpinan maupun Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram.

“Kalau ada warga yang masih tidak peduli, bantu kita supaya mereka mengerti. Ini untuk kebaikan kita bersama,” tuturnya.

Mengenai pemberlakuan jam malam, dilakukan dari pukul 22.00 Wita hingga pagi hari. Tujuannya, meminimalisasi aktivitas warga di malam hari.

Komandan Satpol PP Kota Mataram Bayu Pancapati mengatakan, sosialisasi sudah dilakukan selama dua pekan terakhir. Terkait penutupan sementara untuk tempat hiburan dan destinasi wisata.

”Saatnya kita lakukan penindakan,” kata Bayu.

Pemkot, sudah meminta pengusaha untuk bekerjasama mengatasi penyebaran virus Korona. Adanya fakta mengenai dua pasien positif Korona, harus direspons dengan bijak dan cepat. Ia berharap, pengusaha bisa mematuhi imbauan pemerintah.

”Tempat hiburan ini banyak ya, karaoke, kafe yang ada live musik, game center warnet sampai penyewaan playstation juga,” jelasnya.

Jika masih ditemukan pelanggaran, Satpol PP bersama kepolisian dan TNI bisa melakukan tindakan lebih lanjut. Bisa berupa pembubaran hingga pencabutan izin usaha. ”Nanti kita lakukan sweeping,” tegas Bayu.

Mulai tadi malam (28/3) Satpol PP Kota Mataram bersama TNI, Polri, Camat, dan Lurah masing-masing wilayah menyisir tempat-tempat hiburan di Kota Mataram. Sebab, kata Bayu, pencegahan Korona bukan main-main. Apalagi saat ini sudah ada warga meninggal dengan status pasien dalam pengawasan (PDP).

“Sekali lagi, situasi ini bukan main-main,” kata Bayu.

Dengan menyisir tempat hiburan, pihaknya ingin meredam keresahan masyarakat. Karena sejauh ini tempat hiburan menjadi tempat berkumpul. Bahkan tak jarang membuat situasi keramaian. ”Kalau ada yang masih buka kita akan langsung tutup,” tegas Bayu.

Ia melihat ada saja warga ngeyel. Meremehkan. Berkumpul di jalan atau kafe. Paling tidak kata dia, hal ini harus dihindari. Memang kata dia, meninggal tidaknya seseorang tergantung Tuhan. Tapi paling tidak kata Bayu, ada upaya meminimalisir penyebaran Korona.

Bayu juga akan membubarkan warga jika ditemukan berkumpul diatas pukul 22.00 Wita. Sebenarnya kata dia, penutupan ini telat. Namun begitu ujar dia, tak ada kata telat. Masih bisa dilakukan guna meminimalisir penyebaran Korona. “Ini akan tegas kita lakukan,” ujarnya.

Terpisah, Camat Sandubaya Saharudin mengatakan, sesuai instruksi wali kota, kafe tuak (miras tradisional) di Sandubaya akan ditutup. Ia akan berkordinasi dengan Satpol PP, TNI, dan Polri untuk penutupam kafe tuak di wilayah Sandubaya. “Ini untuk kebaikan kita bersama,” ujar Sahar.

Jika pun ada pengusaha yang ngeyel, tambah dia, pihaknya tidak segan-segan akan melakuan penutupan paksa. Sebab, penyebaran Korona tidak boleh disepelekan. “Kita juga sudah antisipasi Korona di lingkungan Kecamatan Sandubaya dengan menyemprot disinfektan,” tukasnya. (dit/jay/r3)

 

  Editor : Administrator
#Virus Korona #H Ahyar Abduh #Pemkot Mataram