Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dirawat di RSUD Mataram, Hasil Tes Bule Bulgaria Negatif Korona

Redaksi Lombok Post • Kamis, 9 April 2020 | 12:58 WIB
KEJAR WNA: Sejumlah petugas Polres Lobar saat mencari WNA berstatus PDP yang melarikan diri dari rumah sakit dan bersembunyi ke Senggigi kemarin malam (4/4).( POLRES LOBAR FOR LOMBOK POST)
KEJAR WNA: Sejumlah petugas Polres Lobar saat mencari WNA berstatus PDP yang melarikan diri dari rumah sakit dan bersembunyi ke Senggigi kemarin malam (4/4).( POLRES LOBAR FOR LOMBOK POST)

MATARAM-Tiga pasien dalam pengawasan (PDP) yang sebelumnya dirawat di RSUD Kota Mataram dipulangkan. Salah satunya WNA asal Bulgaria berinisial PPB. ”Hasil swabnya negatif Korona,” kata Direktur RSUD Kota Mataram dr. HL Herman Mahaputra, kemarin.


Selain hasil negatif, ketiga PDP menunjukkan perkembangan kondisi kesehatan yang baik. Sehingga pihak RS memulangkan mereka.


Hingga kemarin, ada sembilan PDP yang dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Mataram. Satu dari mereka, hasil swabnya sudah keluar. Dan dinyatakan positif terjangkit virus Korona. Pasien tersebut berinisial MA, yang merupakan klaster Gowa.


Dokter Jack, sapaan karibnya mengatakan, delapan PDP sudah dimbil swabnya. Empat dari mereka, pengujian swabnya dilakukan di Labkesda NTB. Sementara empat orang lainnya, spesimen swab sudah dikirimkan ke Laboratorium Litbangkes di Surabaya dan Jakarta.


”Yang dicek di RSUP itu salah satunya yang meninggal kemarin, PDP dari KLU itu,” ujarnya.


Hasil pengecekan swab juga sudah keluar. Katanya, tiga dari empat spesimen yang dicek negatif terjangkit virus Korona. Termasuk PDP berinisial IWP asal KLU, yang meninggal dunia. Sementara satu spesimen swab PDP berinisial MS masih menunggu.


”Totalnya lima negatif. Tiga keluar hari ini, kemarin ada dua,” jelas dr. Jack.


Adanya pengujian spesimen swab di NTB, membuat hasil bisa lebih cepat diketahui. Apakah negatif atau positif terjangkit Korona. Kata dr. Jack, pihak RS juga tidak perlu menunggu terlalu lama. Seperti yang terjadi beberapa pekan lalu.


Dampak lainnya, pemkot bisa segera merespons hasil lebih cepat. Apalagi jika dinyatakan positif. ”Kita dari petugas kesehatan juga bisa segera bersikap. Misalnya dengan melakukan penelusuran kontak dari PDP positif,” tuturnya.


Penelusuran bukan saja dilakukan untuk mereka yang melakukan kontak. Tapi juga warga kota dengan status orang dalam pemantauan (ODP). RSUD bahkan berencana melakukan rapid tes, untuk mereka dengan kategori ODP.


Rapid tes dilakukan dua kali. Hari pertama dan ketujuh. Ketika menunjukkan hasil reaktif, bisa dilakukan dengan foto thorax. Kata dr. Jack, jika terdapat gejala terpapar Korona, langkah terakhir dengan pengambilan swab.


Upaya melakukan rapid tes membutuhkan data yang akurat. Harus ada by name by address. Sehingga pelaksaan tes bisa dilakukan. Jika ingin ekstrem, setiap rumah ODP ditandai. Sehingga memudahkan pengawasan.


”Tapi perlu izin dari Pak Wali juga. Maksudnya supaya masyarakat bisa ikut melakukan monitoring,” ujarnya.


Hanya saja, cara menandai rumah ODP berpotensi menimbulkan stigma. Jika itu yang terjadi, dr. Jack memiliki rencana cadangan. Misalnya, dengan memberi catatan khusus untuk petugas medis. Mereka nanti akan melakukan monitoring langsung ke rumah ODP.


”Petugas tiap hari bakal datang, melakukan kontrol. Kalau ada keluhan, baru ditindaklanjuti ke RS,” kata dr. Jack.


Sementara itu, juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa mengatakan, warga kota yang tercatat sebagai PDP mencapai 39 orang. Tapi tidak semuanya positif atau sedang menjalani perawatan.


”Untuk 22 orang itu sudah selesai pengawasan. Sudah sembuh. Sisanya 17 orang masih dirawat di beberapa RS,” kata Suwandiasa.


Adapun untuk ODP jumlahnya mencapai 292 orang. Sebanyak 110 orang masih dipantau intensif petugas kesehatan. Dari jumlah tersebut, ODP terbanyak ada di Kecamatan Sandubaya dengan 24 orang, kemudian Cakranegara 23 orang.


”Ada penambahan jumlah OTG, dari sebelumnya 109 orang sekarang menjadi 150 orang,” tutur Suwandiasa. (dit/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Virus Korona #Negatif Korona #Pasien Korona