Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dampak Korona, 57 Perusahaan di Mataram Tutup, 1600 Karyawan Dirumahkan

Redaksi Lombok Post • Kamis, 16 April 2020 | 18:53 WIB
SEGERA BUKA: Lombok Epicentrum Mall menjadi salah satu perusahaan yang memilih tutup sementara demi mendukung langkah pemerintah dalam menangani penyebaran virus Korona. Namun, dalam waktu dekat, LEM akan kembali buka seperti biasa melayani warga Kota Mat
SEGERA BUKA: Lombok Epicentrum Mall menjadi salah satu perusahaan yang memilih tutup sementara demi mendukung langkah pemerintah dalam menangani penyebaran virus Korona. Namun, dalam waktu dekat, LEM akan kembali buka seperti biasa melayani warga Kota Mat

MATARAM-Sebanyak 57 perusahaan di Kota Mataram tutup sementara. Akibatnya, 1.600 warga kehilangan pekerjaan.


“Dari jumlah itu, 1.200 warga yang bekerja di Mataram. Sisanya bekerja di luar Mataram,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaketrans) Kota Mataram Hariadi, kemarin.


Diungkapkan, perusahaan yang banyak tutup dari sektor pariwisata. Hampir semua hotel, restoran di Kota Mataram tutup. Beda dengan sektor jasa dan perdagangan yang masih banyak buka.


Sebut saja, Lombok Epicentrum Mal (LEM) sebentar lagi akan kembali buka. Kondisi ini tentu akan membuat para karyawan yang dirumahkan kembali bekerja. “Di LEM kan banyak tenant. Setiap tenant punya karyawan,” ungkapnya.


Sementara perusahaan lainnya, Hariadi belum tahu kapan akan buka. Karena jumlah warga yang terpapar Covid-19 di Kota Mataram makin bertambah. Kendati demikian, para karyawan yang dirumahkan sudah diusulkan mendapat kartu prakerja dan bantuan jaring pengaman sosial (JPS). “Dua dua kita usulkan,” ujarnya.


Sementara itu, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan JPS selama enam bulan. JPS itu akan diberikan kepada 60.000 warga Kota Mataram.


Jumlah tersebut merupakan perpaduan dari program bantuan sosial dari pemerintah pusat, JPS Gemilang NTB, dan JPS Kota Mataram yang jumlahnya mencapai 42.000 orang. Belum lagi karyawan yang dirumahkan, PHK, penyandang disabilitas, anak terlantar, lansia, UMKM, dan nelayan.


Untuk JPS Kota Mataram, kata Ahyar, akan dimulai April sampai dengan September 2020. Dengan skema pada tiga bulan pertama warga akan diberikan bantuan Rp 250 ribu per bulan per kepala keluarga (KK).


“Bantuan ini dalam bentuk beras, minyak, telur, biskuit, dan masker,” ucap orang nomor satu di Kota Mataram ini.


Penanganan Covid-19 di Kota Mataram saat ini membutuhkan anggaran Rp 350 miliar. Biaya tersebut hasil relokasi dan refocusing anggaran dengan menyisir pos anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kota Mataram.


“Langkah ini sebagai bentuk keseriusan Kota Mataram dalam menangani Covid-19. Serta mengantisipasi dampak sosial yang akan terjadi,” ungkap Ahyar.


Dengan upaya penanganan sosial yang dilakukan, Ahyar  berharap masyarakat mendukung pemerintah dengan tetap menjalankan protokol Covid-19. Melakukan social distancing, physical distancing. “Ini demi kebaikan kita semua,” ungkap Ahyar. (jay/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Dirumahkan #Covid-19 #perusahaan