Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Korona Mewabah Pemkot Mataram Bakal Isolasi Sejumlah Kampung

Administrator • Rabu, 6 Mei 2020 | 16:48 WIB
SATU PINTU: Kepala Lingkungan Karang Bedil Mirwandi Fiqri (pakai topi) menutup enam pintu masuk di Lingkungan Karang Bedil, kemarin (30/3).
SATU PINTU: Kepala Lingkungan Karang Bedil Mirwandi Fiqri (pakai topi) menutup enam pintu masuk di Lingkungan Karang Bedil, kemarin (30/3).
MATARAM-Pemkot Mataram membuka opsi melakukan lockdown/isolasi lokal. Untuk lingkungan yang jumlah transmisi lokalnya cukup banyak. ”Itu bisa saja kita lakukan. Karena potensi untuk bertambah cukup besar,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, kemarin.

Ahyar menyebut dua lingkungan dengan tingkat transmisi lokal tinggi. Seperti di Pelembak, Kecamatan Ampenan dan Panaraga, Kecamatan Cakranegara.

Opsi melakukan isolasi lokal, akan membuat seluruh akses menuju lingkungan ditutup. Warga dilarang untuk masuk dan keluar lingkungan. Nanti, penjagaan akan dilakukan melalui tim gabungan. Dari pemerintah, TNI, dan Polri.

Penutupan dilakukan selama 14 hari. Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Terutama kasus transmisi lokal di kedua lingkungan tersebut. ”Bisa dibuatkan pos terpadu di sana,” ujarnya.

Tentunya kebijakan lockdown lokal ini akan diimbangi dengan upaya dari Pemkot Mataram. Seperti memberikan bantuan kepada seluruh warga di sana. Terutama untuk kebutuhan pokok sehari-hari.

”Makanya nanti akan kita data dulu, berapa jumlah KK di sana. Sehingga jelas berapa bantuan yang akan diberikan kalau kita lakukan isolasi lokal,” tuturnya.

Lebih lanjut, sebelum melakukan upaya tersebut, pemkot melalui Dinas Kesehatan dan RSUD Kota Mataram akan terlebih dahulu melakukan rapid tes. Atas hasil tracing kontak dari warga yang dinyatakan positif.

Dari sana, pemkot akan mengetahui seperti apa eskalasi penyebaran virus di kedua lingkungan. ”Setelah rapid, kita evaluasi lagi. Jadi saya minta tadi kepada gugus tugas, untuk gencar melakukan tracing,” ucap Ahyar.

Kata Ahyar, di Pelembak sudah terjadi transmisi lokal hingga tahap keempat. Sementara di Panaraga sudah ada sekitar tujuh orang yang positif Covid-19. Kondisi tersebut diperparah dengan kondisi permukiman warga yang sangat padat.

”Lockdown lokal ini juga berlaku untuk lingkungan lain, yang eskalasi penyebaran virusnya tinggi,” kata Ahyar.

Sementara itu, Kadikes Kota Mataram dr. H Usman Hadi mengatakan, pola rapid tes akan dilakukan dengan skala radius. Mana yang paling dekat dengan rumah warga positif Covid-19, di sana petugas akan melakukan rapid tes.

”Kita sudah mulai hari ini (kemarin), jadi disesuaikan dengan hasil tracing kontak,” kata Usman. (dit/r3)

  Editor : Administrator
#Virus Korona #Headline #H Ahyar Abduh #Mataram #Ahyar Abduh