Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Destinasi Wisata Mataram Ditutup tapi Sampah Tetap Menumpuk

Administrator • Selasa, 9 Juni 2020 | 15:16 WIB
TIDAK TERURUS: Semenjak ditutup akibat pandemi Covid, sampah menghiasi bibir Pantai Loang Baloq, Senin (8/6/20).(Ivan/Lombok Post)
TIDAK TERURUS: Semenjak ditutup akibat pandemi Covid, sampah menghiasi bibir Pantai Loang Baloq, Senin (8/6/20).(Ivan/Lombok Post)
MATARAM-Sampah menghiasi pesisir barat Kota Mataram. Termasuk di sejumlah destinasi wisata, seperti Pantai Loang Baloq. Berserakan sepanjang garis pantai.

Sampah-sampah tersebut, dikatakan Camat Sekarbela Moh. Yusuf, akibat gelombang besar. Yang menyebabkan banjir rob di beberapa wilayah pantai. Di akhir Mei. Gelombang kemudian membawa sampah dari laut menuju pesisir pantai.

”Itu biasanya sampah akibat rob,” kata Yusuf, Senin (8/6).

Kata Yusuf, ketika pengelolaan pantai masih ditangani kelurahan, mereka menugaskan tenaga kebersihan. Jumlahnya delapan orang. Mereka bertugas untuk mengumpulkan sampah di sepanjang pesisir.

Setelah terkumpul, kecamatan akan mengontak Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Untuk mengangkut sampah ke tempat pembuangan. ”Polanya sebelumnya seperti itu,” ujar Yusuf.

Hanya saja, sistem yang dulu tidak bisa dilakukan sekarang. Yusuf beralasan pengelolaan Pantai Loang Baloq sudah berpindah ke Dispar Kota Mataram. Karena itu, meski masuk dalam wilayahnya, kewenangan kebersihan di Pantai Loang Baloq menjadi urusan Dispar.

”Sudah ditangani Dispar untuk (pantai) Loang Baloq. Tapi, sudah kita komunikasikan dengan Dispar juga,” katanya.

Senada dengan Camat Sekarbela, Kadispar Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi mengatakan, penyebab menumpuknya sampah akibat rob. ”Karena rob,” kata Denny.

Volume sampah yang terlalu besar membuat Dispar tidak bisa menangani sendiri. Mereka harus menunggu dari DLH. Untuk membantu mengangkut sampah-sampah yang ada di Pantai Loang Baloq.

”Harus dengan LH untuk bantu angkutnya,” ujar Denny.

Denny membantah jika kebersihan di destinasi tidak diurus. Apalagi selama penutupan di masa pandemi Covid-19. Ia mengklaim, tetap ada petugas yang mengontrol kebersihan di seluruh destinasi wisata Kota Mataram. Termasuk untuk Pantai Loang Baloq.

”Kebersihan tetap jadi atensi selama penutupan. Ada petuga jaganya kan yang mengontrol,” kata mantan Sekretaris Badan Keuangan Daerah ini.

Klaim Denny tak terlihat di Pantai Loang Baloq. Dari pengamatan Lombok Post, sampah di pantai Loang Baloq didiamkan begitu saja dari April lalu. Setelah Dinas Pariwisata memutuskan untuk menutup sejumlah destinasi.

Selain itu, akses menuju Pantai Loang Baloq juga sudah dibuka kemarin sore. Meski Dispar Kota Mataram belum memberi lampu hijau untuk mengaktifkan destinasi wisata di masa pandemi Covid-19. (dit/r3)

 

 

 

  Editor : Administrator
#sampah #Headline #Mataram