Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Korona Masih Tinggi, Pasar Ternak Selagalas Belum Boleh Beroperasi

Administrator • Jumat, 12 Juni 2020 | 08:21 WIB
HINDARI KERUMUNAN: Pasar ternak di sejumlah lokasi di NTB sempat ditutup guna menghindari penyebaran virus Korona (dok. Lombok Post)
HINDARI KERUMUNAN: Pasar ternak di sejumlah lokasi di NTB sempat ditutup guna menghindari penyebaran virus Korona (dok. Lombok Post)
MATARAM-Pasar ternak di Selagalas belum akan dibuka. ”Sudah kita ajukan. Tapi belum ada izin dari ketua gugus tugas,” kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram H Mutawalli, Kamis (11/6).

Rencana membuka pasar ternak harus diajukan terlebih dahulu. Dibahas di gugus tugas. Setelah itu, ketua gugus tugas dalam hal ini wali kota Mataram, akan memutuskan. Apakah memberi izin atau tidak.

Mutawalli mengatakan, rencana tersebut sudah dibahas di internal gugus tugas Kota Mataram. Hasilnya belum ada persetujuan. Ada beberapa faktor yang masih mengganjal. Salah satunya sulit untuk mengatur jarak di pasar ternak.

”Kalau menyediakan cuci tangan dan hand sanitizer, bisa kita. Tapi, siapa yang bisa menjaga,” ujarnya.

Di pasar ternak, ada sekitar delapan petugas dari Distan. Yang setiap saat berjaga ketika aktivitas pasar ternak dibuka. Jumlah tersebut tidak sebanding dengan orang yang datang. Kata Mutawalli, dalam satu hari ada lebih dari 1.000 orang ke sana.

Mereka yang datang berasal dari segala penjuru. Bukan saja dari Pulau Lombok. Peternak, pengusaha, dan pembeli dari Pulau Sumbawa juga datang. ”Tidak akan mampu. Pegawai kita cuma delapan orang di sana,” jelas Mutawalli.

Jika ingin dibuka, personel yang berjaga di pasar ternak harus ditambah. Minimal 20 orang. Yang berasal dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP. ”Kalau tidak di back up, kita kesulitan juga. Lebih baik tidak usah dibuka,” ujarnya.

Hanya saja, Mutawalli memilih untuk menunda dulu pembukaan pasar ternak. Ada hal lain yang tidak bisa ditawar. Soal jaminan mengenai tidak ada orang yang akan membawa penyakit covid-19 selama melakukan transaksi di pasar ternak.

”Siapa yang bisa menjamin soal itu. Apalagi ini orang datang dari segala penjuru,” tutur Mutawalli.

Ia mengatakan, sudah banyak yang meminta pasar ternak dibuka kembali. Jagal hingga pedagang kesulitan mendapatkan daging. Mereka bahkan harus mengambil jauh. Langsung di kandang peternak atau pasar ternak di Narmada, Lombok Barat.

”Kita tunggu saja keputusan pimpinan. Kalau diberi izin, tentu kita akan langsung buka,” katanya. (dit/r3)

  Editor : Administrator
#Pasar Hewan #selagalas #Mataram