Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Prostitusi Waria Pasar Cakranegara, Dewan Minta Pemkot Lebih Tegas

Administrator • Jumat, 26 Juni 2020 | 18:49 WIB
DIAMANKAN: Petugas gabungan mengamankan transpuan yang menjalankan praktik prostitusi di Pasar Cakranegara, belum lama ini.(SUHARLI/LOMBOK POST)
DIAMANKAN: Petugas gabungan mengamankan transpuan yang menjalankan praktik prostitusi di Pasar Cakranegara, belum lama ini.(SUHARLI/LOMBOK POST)
MATARAM-Dugaan praktik prostitusi terselubung yang dijajakan transpuan atau waria di Pasar Cakranegara bukti nyata ketidakberdayaan Pemkot Mataram. Terutama dalam menangani masalah prostitusi di daerah berjargor religius ini.

”Pemerintah belum bisa tegas. Penanganannya juga tidak holistik. Tidak menyeluruh,” kata Anggota DPRD Kota Mataram H Husni Thamrin, kemarin.

Selasa Malam, 23 Juni, tim gabungan dari kepolisian, Satpol PP Kota Mataram, dan Dinas Sosial merazia waria yang mangkal di Pasar Cakranegara. Tindakan ini diapresiasi Husni. Bahkan ia meminta aparat kontinyu melakukan penindakan.

Hanya saja, di sisi lain, transpuan yang diamankan membuktikan persoalan bisnis prostitusi di Pasar Cakranegara belum terselesaikan. Praktik tersebut sudah berlangsung lama. Bahkan selama bertahun-tahun.

Kata Husni, penindakan yang dilakukan harus juga diimbangi dengan keseriusan melakukan pembinaan. Yang sayangnya, tidak diperlihatkan eksekutif. Dibuktikan dari masih adanya transpuan yang mangkal di Pasar Cakranegara.

”Razia bagus, kita mendukung. Tapi, bagaimana dengan tindaklanjutnya? Pembinaannya seperti apa,” tanya Husni.

https://www.youtube.com/watch?v=spe6CjmZesc

Menurut Husni, setelah ditangkap transpuan harus dibina. Diberikan pemahaman keagamaan hingga soal ekonomi mereka. Dua poin tersebut dinilainya sangat penting. Bisa menjadi faktor pendorong hilangnya praktik prostitusi yang dilakukan transpuan.

Transpuan masuk kategori penyakit masyarakat. Yang akan terus eksis apabila pemerintah tidak melakukan intervensi secara menyeluruh. ”Pemahaman agama dan ekonomi mereka, itu yang harus diperhatikan,” tutur politisi PPP ini.

Sejauh ini, Husni belum melihat keseriusan pemkot memberantas praktik prostitusi di Pasar Cakranegara. Setidaknya jika dilihat dari kebijakan anggaran yang dilakukan. Tidak ada pos anggaran khusus mengenai pembinaan terhadap transpuan.

”Kalau sekarang tidak ada. Masih sporadis. Padahal dewan mendukung penuh apabila pemkot berinisiatif terkait anggaran pembinaan ini,” ujarnya.

Apa yang terjadi di Pasar Cakranegara dikhawatirkan Husni. Praktik tersebut bisa semakin meluas. Muncul transpuan baru. Yang datang dari luar Kota Mataram. Apabila tidak ada tindakan tegas dari pemerintah.

”Mereka bisa saja mikir. Enak di Mataram, tidak ada penindakan. Akhirnya banyak eksodus ke sini,” kata Husni.

Karena itu, Husni meminta Pemkot Mataram harus lebih tegas lagi. Menjalankan motto mereka, Maju, Religius, dan Berbudaya. ”Jangan sampai keberadaan mereka semakin besar. Lakukan pembinaan dengan tepat,” tandas Husni.

Sebelumnya, Kasi Ops dan Ketertiban Umum  Satpol PP Kota Mataram Made Agus Jewe mengatakan, pasar Cakranegara dijadikan sebagai tempat mangkal. Mereka disebut  menjajakan diri. ”Aktivitas mereka sudah cukup lama dan meresahkan masyarakat,” kata Jewe usai operasi.

Tak hanya waria saja, tim juga menangkap empat pekerja seks komersil (PSK) yang kerap mangkal. Sebelumnya, mereka sering mangkal di Pasar Beras. ”Sekarang mereka berpindah kesini (Pasar Cakranegara),” ujarnya.

Mereka semua diserahkan ke Dinas Sosial. Untuk didata dan dibina. “Kita belum melakukan tindakan tegas,” ujarnya.

Mereka harus menandatangani surat pernyataan. Jika mereka mengulangi perbuatannya lagi, mereka akan ditindak tegas. ”Kita akan masukkan ke panti sosial,” ujarnya.

Kapolsek Cakranegara AKP Zaky Maghfur mengatakan, operasi tersebut dilakukan Satpol PP Kota Mataram. Pihak kepolisian hanya membantu pelaksanaan operasi. ”Leading sektor operasi ini adalah Satpol PP. Mereka nantinya yang membina mereka,” kata Zaky.

Keberadaan mereka sangat meresahkan masyarakat. Sehingga, tim gabungan melaksanakan operasi. ”Kita hanya ingin menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat,” ujarnya. (dit/r3)

  Editor : Administrator
#Headline #Pasar Cakranegara #Prostitusi waria #waria