Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sudah Dipangkas, Insentif Tenaga Kesehatan Mataram Belum Juga Cair

Administrator • Jumat, 17 Juli 2020 | 22:42 WIB
Ilustrasi Tenaga Medis (Dok/jawa Pos)
Ilustrasi Tenaga Medis (Dok/jawa Pos)
MATARAM-Insentif yang dijanjikan kepada tenaga kesehatan (Nakes) di Kota Mataram tak kunjung cair. “Untuk Nakes di RSUD Kota, kita ajukan Rp 6 miliar,” kata Direktur RSUD Kota Mataram dr HL Herman Mahaputra, Kamis (16/7).

Dari informasi yang didapat, insentif yang akan diberikan, hanya setengah dari usulan. ”Kita syukuri saja. Cuma ya ini belum kita terima,” kata Jack, sapaan karibnya.

Usulan Rp6 miliar itu rencananya diberikan untuk nakes dan non nakes. Jack sendiri tidak mengetahui pasti berapa jumlahnya. Diperkirakan lebih dari 100 petugas. Terdiri dari unit-unit yang terkait langsung dengan pelayanan covid.

”Ada dokter spesialis, dokter umum, paramedis, sampai non medis juga,” ujarnya.

Kata Jack, pihaknya sebenarnya ingin ideal. Insentif yang diberikan sesuai dengan usulan. Tapi, ia mengembalikan lagi kepada pemerintah pusat. Berapa jumlah anggaran yang tersedia.

Penyesuaian juga dilakukan terkait nominal yang akan diberikan kepada nakes. Dengan jumlah anggaran disetujui, RSUD Kota Mataram tidak mungkin memberikan nominal seperti yang disebutkan pemerintah pusat. Misalnya Rp15 juta untuk dokter spesialis.

”Kita sesuaikan dengan jumlah penerima dan dananya. Semoga dana cepat cair, jadi bisa kita distribusikan,” tandas Jack.

Bahkan, jika dana dicairkan secara bertahap pun, baginya tak masalah. "Misalnya dicairkan setengahnya dulu. Pembagiannya kita sesuaikan dengan dana yang turun,” jelasnya.

Karena menurutnya, para nakes sangat mengharapkan insentif itu. Mereka hingga kini masih menunggu. Sebab, yang menjanjikan insentif ini tidak hanya pemerintah daerah, tapi juga pemerintah pusat.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr Usman Hadi mengatakan, insentif untuk tenaga kesehatan di Kota Mataram sudah disiapkan oleh pemerintah pusat. Nilainya Rp 3,8 miliar. “Tapi, kapan pastinya akan dicairkan, saya tidak tahu. Yang pasti tahun ini,” kata Usman.

Insentif itu akan dibagi kepada tenaga kesehatan yang bertugas di RSUD Kota Mataram, sebelas puskesmas, dan tenaga kesehatan di Dikes Kota Mataram. Untuk nominal kata dia, tergantung dari lama kerja dan banyaknya pasien Korona yang ditangani Nakes tersebut. “Satu Nakes kan, beda-beda jumlah pasien yang ditangani,” ungkapnya.

Selain nakes di RSUD Kota Mataram, insentif juga turun untuk nakes di Dikes Kota Mataram. Nilainya sekitar Rp80 juta. Insentif ini akan dibayar menggunakan bantuan operasional kesehatan (BOK). Yang diberikan pemerintah pusat.

Meski sudah ada kepastian angkanya, Usman mengaku belum berani memastikan kapan anggaran akan turun. Pencairannya tinggal menunggu surat keputusan yang dikeluarkan pemerintah pusat.

”Cairnya belum tahu. Kita monitor dulu. Mudah-mudahan bisa tahun ini,” ujarnya.

Mengenai jumlah insentif, Usman mengatakan, banyak nama nakes yang dicoret. Berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan pemerintah pusat. Ia sendiri tidak mengetahui dengan pasti alasannya.

”Mungkin ada kriteria sendiri. Yang pasti, untuk insentif ke puskesmas itu sudah ada uangnya. Nakes di RSUD dan Dikes, masih berupa angka saja. Kita tunggu pencairannya,” tandas Usman.(jay/dit/r3)

 

  Editor : Administrator
#Tenaga Kesehatan #Virus Korona #Covid-19 #Mataram