"Sebelumnya 43 ribu, kini meningkat menjadi 70 ribu jiwa (warga miskin)," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram H Amiruddin, Kamis (23/7).
Data ini sesuai dengan yang ada di Basis Data Terpadu (BDT).“Penambahan 27 ribu jiwa sedang dilakukan verifikasi dan validasi (Verivali) oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram,” kata Amir.
Verivali dilakukan Dinas Sosial bersama pihak kelurahan. "Ini untuk mengantisipasi terjadinya penyaluran bantuan kepada orang yang tidak berhak menerimanya," ungkapnya.
"Seperti kemarin, yang punya kenadaraan bagus-bagus malah dapat bansos,” imbuh Amir.
Saat ini, kata dia, semua kelurahan di Kota Mataram sudah melakukan musyawarah (Muskel). Guna mendata warga miskin. Bahkan dia meminta agar Muskel dilakukan tiap tahun. "Jangankan tiap tahun, tiap bulan pasti ada perubahan,” ujarnya.
Karena itu, Verivali dilakukan dengan serius. Petugas harus turun ke lapangan. Melakukan pendataan dari rumah ke rumah.
Sementara Camat Sandubaya Saharudin mengatakan, semua kelurahan di Kecamatan Sandubaya sudah melakukan Muskel. Dengan begitu warga penerima bantuan, baik itu Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan bansos lainnya bisa tepat sasaran.
Dia tidak menampik, selama ini warga yang mendapat bansos itu tidak pernah berubah. “Meski sudah mampu, warga tidak mau keluar dari data penerima bansos,” ungkapnya.
Namun kini, setelah Muskel, pihak keluarahan tahu mana warga yang layak mendapat bantuan dan tidak. Bahkan jika ada warga yang mampu mendapat bansos, akan langsung dikeluarkan dari data BDT. (jay/r3)
Editor : Administrator