Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dewan Minta Pemkot Mataram Siapkan Wifi di Tiap Lingkungan

Administrator • Jumat, 7 Agustus 2020 | 08:00 WIB
PEDULI: Politisi PDI Perjuangan Nyayu Ernawati menyerahkan bantuan kursi roda pada Asrul Sani, warga Dayan Peken, Ampenan, Kota Mataram, kemarin (22/5). (ZAD/LOMBOK POST)
PEDULI: Politisi PDI Perjuangan Nyayu Ernawati menyerahkan bantuan kursi roda pada Asrul Sani, warga Dayan Peken, Ampenan, Kota Mataram, kemarin (22/5). (ZAD/LOMBOK POST)
MATARAM-Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati geregetan. Akibat proses belajar mengajar yang tidak karuan menggunakan sistem daring atau online. Masih banyak ditemukan anak-anak yang kesulitan mengakses internet terpaksa harus ke kantor lurah atau kecamatan untuk mendapatkan internet gratis.

“Kami meminta pemerintah Kota Mataram menyediakan fasilitas internet di setiap Lingkungan agar anak-anak mudah belajar,” tegas perempuan yang juga menjadi Ketua Fraksi PDIP tersebut kepada Lombok Post, Rabu (5/8).

Fasilitas internet tidak hanya disediakan kecamatan sampai di kelurahan. Karena tidak semua anak-anak bisa menjangkaunya. Namun fasilitas internet gratis harus disediakan sampai ke Lingkungan.

Penyediaan internet ini dianggap penting karena proses belajar tatap muka di sekolah masih belum jelas sampai kapan baru bisa dilakukan. Mengingat hingga saat ini status Mataram masih menjadi zona merah penyebaran pandemi Covid-19.

“Ini merupakan kewajiban kita sebagai pemerintah menyediakan fasilitas internet bagi anak-anak untuk belajar. Tetapi tetap dengan diawasi orang tua,” pintanya.

DPRD Kota Mataram siap mendukung anggaran untuk penyediaan fasilitas internet gratis di setiap lingkungan ini di APBD perubahan. “Kami siap menganggarkan. Harus segera ini dilakukan menyikapi pandemi ini,” tegasnya.

Wifi gratis itu nantinya bisa dipasang di rumah kepala lingkungan atau di lokasi yang disepakati. Yang penting bisa dijangkau lebih dekat oleh siswa sekolah.

Kepala Dinas Dikbud Kota Mataram HL Fatwir Uzali mengatakan jika proses pembelajaran tatap muka di sekolah memang belum bisa dilaksanakan. "Kalau kami di Dikbud masih menunggu status Kota Mataram sebagai zona hijau. Kami menunggu izin resmi tertulis dari Gugus Covid-19 Kota Mataram," jelasnya Senin (3/8).

Sesuai edaran pemerintah pusat, provinsi dan kota, jika masih berada di zona merah, kuning atau oranye pembelajaran tatap muka di sekolah belum bisa dilaksanakan. Sehingga sampai saat ini tidak akan ada izin dari Dinas Dikbud Kota Mataram terhadap sekolah untuk membuka atau melakukan proses belajar tatap muka.

"Apabila ada yang nekat menyelenggarakan, itu di luar tanggung jawab Dinas Dikbud," jelasnya.

Ketika ada Satpol PP Provinsi, kota, atau pihak kepolisian yang kemudian menegur, itu ditegaskan Fatwir di luar tanggung jawab pihaknya. Karena Dikbud sudah membuat edaran agar proses belajar masih menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh atau Belajar Dari Rumah (BDR)

Sistem ini untuk sementara dianggap yang terbaik mencegah risiko penularan wabah Covid-19. Karena risiko penularan sangat besar jika pembelajaran tatap muka dilaksanakan.

Meskipun sejumlah pihak mendesak Dikbud Kota Mataram agar pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan. Khususnya dari kalangan orang tua. "Banyak orang tua yang menyampaikan langsung secara lisan maupun yang melalui whatsApp banyak yang mendesak," aku mantan Kepala SMAN 1 Mataram ini. (ton/r3)

 

  Editor : Administrator
#Dampak Korona. Mataram #Nyayu Ernawati #Belajar di Rumah