Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tuan Guru Jadi Figur Penentu

Administrator • Kamis, 20 Agustus 2020 | 08:27 WIB
MINTA DUKUNGAN: Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana dan Bakal Calon Wakil Wali Kota TGH Mujiburrahman bersilaturahmi ke tokoh kharismatik NU TGH Lalu Turmudzi Badaruddin di Bagu, Lombok Tengah, Selasa (18/8).(Sahabat HMR/Lombok Post)
MINTA DUKUNGAN: Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana dan Bakal Calon Wakil Wali Kota TGH Mujiburrahman bersilaturahmi ke tokoh kharismatik NU TGH Lalu Turmudzi Badaruddin di Bagu, Lombok Tengah, Selasa (18/8).(Sahabat HMR/Lombok Post)
MATARAM-Pilkada Kota Mataram tahun ini, disebut sebagai Pilkada paling seru. Pertarungan sejumlah tokoh sentral tak bisa dihindari.

H Mohan Roliskana sebagai petahana, mendapat lawan sepadan. Yakni Pjs Wali Kota Mataram 2015, Hj Putu Selly Andayani. Dan yang tak bisa dianggap remeh, HL Makmur Said. Mantan Sekda Kota Mataram.

Yang tak kalah menyita perhatian dari Pilkada ini adalah majunya dua tuan guru dan satu ustad sebagai bakal calon Wakil Wali Kota Mataram. Yakni TGH Mujibburahman yang mendampingi Mohan, dan TGH Abdul Manan yang dipinang Selly. Serta ada juga Ustad H Badruttamam Ahda yang akan berjuang bersama Makmur Said.

Bukan tidak mungkin, kehadiran mereka bisa jadi penentu, siapa pemenang Pilkada nanti. Karena, mereka memiliki pendukung riil sekaligus militan.

Kepada Lombok Post, mereka mengungkapkan, kontestasi politik Pilkada Kota Mataram diletakkan dalam konsep fastabiqul khoirot. Berlomba-lomba dalam kebaikan.

"Dalam satu hadits ditegaskan, bersemangatlah dalam melakukan segala kegiatan yang bermanfaat dan jangan sedikit-sedikit menganggap diri lemah atau tidak mampu," kata TGH Mujib.

Bagi Mujib, konsep demokrasi dan Pilkada, adalah ladang dakwah dan amal ibadah. "Momentum ini akan menjadi sarana mengimplementasikan hal-hal positif di lapangan," ungkapnya.

Sementara TGH Manan melihat, momentum Pilkada sebagai jalan untuk mengabdi kepada masyarakat yang lebih luas. Karena itu, siapapun boleh maju. Asalkan tujuannya untuk kemaslahatan umat. "Kita tidak dimiliki siapapun, tetapi kita dimiliki oleh Allah SWT," tegas hafiz yang menjadi imam Masjid Hubbul Wathan slamic Center ini.

Allah SWT dikatakannya menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Namun tidak boleh ada hak intervensi dari satu bangsa terhadap bangsa dan suku lainnya. Setiap suku bangsa berhak mengaktualisasikan dirinya dan diberikan haknya merdeka.

"Bebas. Tentu dengan memperhatikan norma yang telah disepakati bersama. Karena norma kesopanan, agama, kesusilaan ini adalah budi suci pekerti," papar Ketua MUI Kota Mataram ini.

 

Harum dan Muda Minta Restu TGH Bagu

Sementara itu di hari yang sama Sabtu (18/8)  H Mohan Roliskana dan TGH Mujiburrahman (HARUM) berkunjung ke kediaman TGH Turmudzi Badaruddin di Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, Selasa (18/8).

“Kami memohon doa Tuan Guru semoga langkah kami dimudahkan,” kata H Mohan.

TGH Turmudzi menyambut baik kunjungan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram ini. Dalam pertemuan tersebut banyak masukan dan nasihat yang disampaikan pengasuh Ponpes Qomarul Huda ini untuk  pasangan HARUM. Terlebih H Mohan sudah sejak lama ingin bersua dan berdiskusi dengan tokoh Nahdlatul Ulama ini.

” Alhamdulillah, hari ini bisa berjumpa,” sambung H Mohan.

Kunjungan ini seolah melengkapi upaya HARUM meminta dukungan para tuan guru di NTB. Sebelumnya mereka telah mendapat dukungan dari dua tokoh kunci NW TGB Dr HM Zainul Majdi  dan RTGB Zainuddin Atsani.

Di hari yang sama Makmur juga melakukan silaturahmi ke kediaman TGH  Lalu Turmudzi Badaruddin. Sebagai bakal calon wali kota yang didukung PKB, tentu ia ingin lebih dekat dan meminta beberapa nasehat.

“Pesan beliau banyak calon, tapi hanya satu yang akan menang,” kata Makmur mengingat pesan tokoh NU tersebut.

 

Deklarasi Makmur-Ahda

Sementara itu  koalisi Partai Gerindra, PKPI, dan PKB telah mendeklarasikan HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda (Muda) sebagai pasangan calon wali dan wakil wali kota Mataram untuk Pilkada 2020.

Deklarasi  dilaksanakan Kamis Rabu (19/8) di Hotel Golden Palace dihadiri para simpatisan dan kader.

Makmur mengatakan, dirinya sudah siap dan optimis memenangkan Pilkada  Kota Mataram. Semua persiapan telah dirancang bersama tim. Termasuk visi misi yang nantinya akan diterapkan.

Dia menyebut, koalisi tiga partai yang mengusung paket Muda dinamakan koalisi merah putih. Karena bertepatan dengan momentum HUT RI ke-75. Paket Muda mendeklarasikan diri maju pada Pilkada Kota Mataram untuk menang.

Tak hanya partai yang memiliki kursi di dewan saja mengusung paket Muda. Melainkan juga non parlemen. Seperti Partai Perindo, PSI, dan Garuda. “Ini akan membantu kami bertarung pada Pilkada Kota Mataram,” tuturnya.

Bagi Makmur, deklarasi adalah puncak dari sebuah perjuangan. Dia mengibaratkan deklarasi seperti pembalap di Moto GP yang sudah melalui lintasan pertama. “Kami sekarang bisa dikatakan calon. Bukan lagi balon,” kata dia.

Ditegaskan, dengan deklarasi ini akan menjawab keraguan pendukung terkait persoalan partai dan pendamping. Sekarang kata dia, paket Muda  tidak lagi berbicara soal partai atau pasangan. Melainkan memperhatikan ide dan gagasan. “Sekarang tidak lagi bicara soal maju atau tidak,” terangnya.

Sebab lanjut dia, paket Muda sudah mampu melobi tiga partai yang membuatnya maju pada kontestasi Pilkada Kota Mataram. Saat ini paket Muda akan melanjutkan silaturahmi ke lingkungan dan sejumlah komunitas di Kota Mataram untuk lebih memfamiliarkan diri. “Kita akan melanjutkan blusukan ke lingkungan agar lebih dikenal masyarakat,” kata Makmur. (ton/jay/r3/r2) Editor : Administrator
#H Mohan Roliskana #Pilkada NTB #Pilwali Mataram