Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Melihat Semarak Layang-Layang Hias di Sirkuit Selagalas

Administrator • Jumat, 28 Agustus 2020 | 00:05 WIB
Photo
Photo
Layang-layang hias di Sirkuit Selagalas menjadi tontonan tiap sore. Selain ukurannya yang super jumbo, bentuknya juga unik. Dari bentuk naga hingga merpati.

 

ALI ROJAI, Mataram

 

SIRKUIT Selagalas belakangan ramai tiap hari. Tidak untuk latihan para atlet sepeda motor. Melainkan dijadikan markas bagi warga yang ingin bermain layang-layang.

Masyarakat datang berbondong-bondong ke sirkuit yang terletak di Jalan Peternakan Selagalas itu. Ada yang menggunakan motor, ada pula yang menggunakan mobil. Mereka membawa layang-layang dengan ukuran bervariasi. Ada yang kecil, sedang, dan besar. “Banyak orang luar yang main layang-layang ini,” kata Taufik, warga sekitar.

Layangan dibawa warga beragam bentuknya. Ada layang-layang berbentuk burung, naga, kubus, merpati, dan lainnya. Bahkan layangan yang ukurannya cukup besar harus dipegang puluhan orang.

Kerumunan warga bermain layang-layang seakan luput dari perhatian pemerintah di tengah pandemi Covid-19. Tua muda berbaur. Mereka asyik bermain layangan. Tanpa mempedulikan wabah virus Korona. Bahkan salah satu layangan yang ukuran cukup besar sempat jatuh dan menimpa rumah warga.

“Ada layangan berukuran besar jatuh dan membuat rumah warga rusak,” terang Taufik.

Dia merasa terganggu dengan banyaknya warga dari luar yang datang bermain layang-layang. Karena layang-layang dibawa cukup besar. “Kalau jatuh pasti akan merusak rumah,” jelasnya.

Tak hanya warga yang bermain layang-layang membuat kerumunan di sirkuit. Melainkan juga banyaknya warga yang menonton. Padhal, di masa pandemi Covid-19, tidak dibolehkan ada kerumunan. Namun faktanya setiap sore di sirkuit terjadi kerumunan warga.

“Kalau main layang-layang ukuran besar, jangan dekat rumah warga,” kata pria asal Selagalas ini.

Mestinya lanjut dia, dalam hal ini pemerintah harus tegas. Bila perlu ada sanksi bagi warga bermain layang-layang dengan ukuran besar. Sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan. “Kalau layangan besar nyangkut di kabel listrik juga bisa terjadi konsleting,” ucap dia.

Lurah Selagalas Yusrin sudah memberikan surat edaran kepada warga agar tidak lagi bermain layang-layang yang ukurannya besar. Mengingat ada laporan warga yang rumahnya rusak akibat layang-layang yang jatuh.

"Sejak ada edaran, layang-layang ukuran besar sudah jarang terlihat. Yang masih hanya ukuran sedang dan kecil," tuturnya.

Menurutnya, warga yang bermain layang-layang tidak hanya dari Selagalas, namun banyak dari luar. Kendati demikian kini tidak boleh ada lagi layang-layang besar dimainkan di sirkuit ini. “Kita juga minta petugas kelurahan memantau warga setiap sore di sirkuit ini,” ujar Yusrin.

Yusrin sudah mengimbau warga yang bermain layang-layang mentaati protokol Covid-19. Gunakan masker, jaga jarak, dan hindari kerumunan. Sebab, dia tidak ingin ada lagi warga terpapar Covid-19 di Kelurahan Selagalas.

“Kita turun ke lingkungan sosialisasi ke warga agar menggunakan masker jika keluar rumah,” terangnya.(*/r3)

  Editor : Administrator
#Sirkuit Selagalas #Layang Layang #Layangan Lombok