Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PR Wali Kota Baru, Sampah di Mataram Harus Tuntas

Baiq Farida • Sabtu, 27 Februari 2021 | 13:16 WIB
SERAH TERIMA JABATAN: Sekretaris Daerah Kota Mataram H Effendi Eko Saswito yang sempat menjabat Plh Wali Kota menyerahkan jabatan kepada Wali Kota Mataram terpilih H Mohan Roliskana dan Wakilnya TGH Mujiburrahman usai pelantikan, Jumat (26/2/2021).
SERAH TERIMA JABATAN: Sekretaris Daerah Kota Mataram H Effendi Eko Saswito yang sempat menjabat Plh Wali Kota menyerahkan jabatan kepada Wali Kota Mataram terpilih H Mohan Roliskana dan Wakilnya TGH Mujiburrahman usai pelantikan, Jumat (26/2/2021).
MATARAM—Gubernur  NTB H Zulkieflimansyah melantik Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana dan Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman, Jumat (26/2/2021). Persoalan sampah menjadi pekerjaan rumah yang diminta bisa dituntaskan keduanya.

“Tugas pembangunan dan pemerintahan sudah menunggu, untuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram, persoalan sampah harus kita tuntaskan,” kata gubernur usai pelantikan di Kantor Gubernur NTB.

Salah satu solusi yang dipaparkan gubernur untuk menangani sampah adalah menggunakan mesin pengolahan yang bisa mengubah sampah menjadi sumber energi. Mesin tersebut rencananya akan dilelang PLN. Sehingga Kota Mataram diminta harus siap menyambut hal ini. Agar penanganan sampah bisa selesai.

Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana kepada wartawan usai dilantik mengaku dirinya dan TGH Mujiburrahman akan langsung bekerja. "Kita akan berusaha maksimal. Bekerja dengan cepat dan mengambil langkah-langkah cerdas," tegasnya.

Terkait solusi yang ditawarkan gubernur untuk penanganan sampah, Mohan mengaku akan melihat mesin pengolahan tersebut terlebih dulu. “Barangnya seperti apa, kita juga belum tahu bagaimana mekanisme pekerjaan dan kerja sama. Nanti kita lihat dulu lah,” kata Mohan.

Namun ia sepakat jika masalah utama yang akan ditanganinya adalah masalah sampah. Karena saat ini semua pihak memberikan sorotan terhadap masalah sampah di Kota Mataram.

Kemudian ia juga mengatakan masalah Covid-19 akan tetap menjadi atensi. Kaitannya dengan penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi. “Termasuk nanti penataan infrastruktur. Kami bersyukur, hari pertama beberapa persoalan sudah diidentifikasi. Ini butuh penanganan cepat,” ucapnya.

Mohan akan mengerahkan semua OPD untuk bekerja cepat dan cerdas dalam menyelesaikan semua persoalan yang ada di Kota Mataram. Untuk itu, pria yang juga menjabat Ketua DPD II Golkar Mataram ini menegaskan, butuh birokrasi yang cepat untuk membantunya ke depan.

Jika kemudian ada rotasi atau mutasi dalam waktu dekat, ia menegaskan itu kebutuhan organisasi. “Jangan dimaknai sebagai politik balas dendam atau balas jasa. Yang kami butuhkan adalah orang yang memiliki kompetensi, kemampuan, dedikasi, dan komitmen. Butuh orang yang bekerja cepat!” tegasnya.

Termasuk mengisi jabatan yang kosong. Ini merupakan keniscayaan. Mengingat, ada beberapa jabatan yang lowong. Dari lurah hingga jabatan eselon II atau kepala dinas. Mohan mengaku butuh birokrasi yang kencang dengan kinerjanya yang kompeten. “Kalau pada saatnya perombakan dan pergeseran semata-mata organisasi,” lanjutnya.

Terkait masa jabatannya yang berpeluang terpangkas dengan adanya Pilkada serentak 2024, Mohan tak mau ambil pusing. “Tidak soal bagi kami apakah tiga tahun tahun atau lima tahun, yang penting kami bekerja. Makanya kami butuh orang yang bisa membantu kami bekerja cepat,” ucap dia.

Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman kepada Lombok Post mengaku penangaan sampah akan menjadi program prioritasnya bersama Mohan. “Tentu kami gerakkan masing-masing OPD untuk melaksanakan tupoksinya dengan kami sebagai komando. Melaksanakan tugasnya dengan semangat dan iklhas untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kota Mataram,” ujar dia.

TGH Mujib, juga mengaku tak terlalu menghiraukan masa jabatannya yang berpeluang terpangkas jika Kota Mataram harus mengikuti Pilkada serentak 2024. “Mau 3,5 tahun atau berapa tahun kami harus bekerja. Apa yang bisa dikerjakan harus dikerjakan,” ujarnya. (ton/r3)

 

 

 

  Editor : Baiq Farida
#H Mohan Roliskana #Pelantikan Wali Kota #Wali Kota Mataram