Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Super Blood Moon, Air Pasang Rendam Taman Loang Baloq

Baiq Farida • Kamis, 27 Mei 2021 | 16:25 WIB
Super Blood Moon, Air Pasang Rendam Taman Loang Baloq
Super Blood Moon, Air Pasang Rendam Taman Loang Baloq
MATARAM—Terjangan air pasang laut ke Taman Loang Baloq, Rabu (26/5/2021) menyisakan sampah jualan para pedagang di sekitar lokasi. Bahkan beberapa warung dikabarkan rusak.

"Banyak dagangan kami berserakan. Seperti bahan untuk sate, daging, dan sayur, semua rusak. Warung kami juga rusak," cerita Hasan, salah satu pedagang kepada Lombok Post.

Bencana ini banyak dikaitkan dengan fenomena Super Blood Moon atau Gerhana Bulan Total yang terjadi Rabu malam. Air laut naik melewati pantai, mengepung area taman.

"Dari pukul 06.30 Wita, kami di sini mempersiapkan dagangan. Kami lihat ombak naik, tapi kami anggap sudah biasa. Jadi kami biarkan saja," tuturnya.

Kemudian sekitar pukul 09.00 Wita, ombak besar mulai datang. Ombak melewati garis pantai. Hingga menggenangi lapak pedagang sampai merendam area bermain di Taman Loang Baloq yang persis berada tak jauh dari tepi pantai.

Para pedagang mengaku sebelumnya, kejadian seperti ini juga sering terjadi. Lapak mereka tergenang ketika air laut pasang. "Tapi nggak pernah sebesar ini ombak dan genangannya," katanya.

Sejumlah warga ada yang mengaitkannya dengan bulan purnama yang terjadi tadi malam. Menyebabkan ombak semakin besar.

Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Kota Mataram Vidi P Gamanjaya mengakui Taman Loang Baloq memang rentan tergenang. Karena lokasi daratannya lebih rendah dari pantai. "Kadang setahun bisa tiga sampai empat kali," akunya.

Sementara selama ini memang belum ada sumur resapan yang bisa menyerap air laut yang menggenang ketika air pasang. Sehingga kejadian ini akan jadi pertimbangan dalam proyek revitalisasi Taman Loang Baloq yang akan dilaksanakan tahun ini.

"Mungkin nanti diurug dan dibuatkan sumur resapan untuk mengantisipasi hal seperti ini. Jadi saat revitalisasi nanti, kejadian ini akan jadi pertimbangan menata Loang Baloq," jelasnya.

Ketika sudah tergenang, biasanya butuh waktu tiga hari sampai sepekan agar genangan bisa meresap. Mengingat tidak ada sumur resapan. Sehingga untuk sementara aktivitas para pedagang yang berjualan di Loang Baloq tentu terganggu.

"Ini akan jadi perhatian kami," tandasnya.

Diketahui Taman Loang Baloq bakal ditata Pemkot Mataram melalui Dinas Pariwisata tahun ini. Pemkot Mataram mendapatkan kucuran dana alokasi khusus (DAK) dari Kementerian Pariwisata senilai Rp 11 miliar. (ton/r3)

  Editor : Baiq Farida
#Super Blood Moon #Air Pasang #Taman Loang Balok