“Sudah seminggu mulai renovasinya,” ujar Kartini, pedagang makanan yang ada di dalam area masjid.
Renovasi dimulai dengan pembongkaran bangunan. Sejumlah pekerja terlihat bekerja hingga siang. Aktivitas ibadah salat Jumat di masjid yang kerap menjadi lokasi kajian agama mendiang Syekh Ali Jaber ini pun akhirnya untuk sementara ditiadakan.
Lurah Mayura I Made Swarta mengatakan renovasi Masjid Agung Al-Muttaqin ini disponsori PT Varindo. Termasuk sumbangan sukarela warga sekitar Kelurahan Cakranegara Utara, Cakranegara Barat, dan Mayura.
Karena proses renovasi, untuk sementara aktivitas ibadah seperti salat Jumat dan kegiatan keagamaan lainnya dialihkan sementara ke masjid yang ada di Lingkungan Pandan Salas. Lurah mengaku belum tahu pasti berapa lama waktu relokasi dan bagaimana desainnya.
Informasi yang ia terima bangunan masjid di belakang Hotel Lombok Plaza akan dibuat bertingkat dan diperbaiki lebih bagus dari sebelumnya. “Belum ada informasi berapa bulan dan berapa lama akan dikerjakan. Cuma memang sponsornya dari pengusaha, bukan pemerintah,” cetusnya.
Dengan renovasi Masjid Agung Al-Muttaqin, sejauh ini lurah mengaku kondusivitas wilayahnya masih cukup stabil. Masyarakat juga tetap menjalankan ibadah dengan protokoler kesehatan.
Untuk diketahui di Masjid Almuttaqin ini Syeikh Ali Jaber mulai dakwahnya kepada masyarakat Kota Mataram hingga menjadi imam masjid. Sebelum ia melanjutkan dakwahnya di Jakarta. Masjid ini juga kerap dijadikan pusat kajian keagaman dan belajar Alquran. (ton/r3) Editor : Administrator