Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kreativitas Wahidin Membuat Tas dan Dompet dari Kain Tenun

Administrator • Selasa, 15 Juni 2021 | 15:21 WIB
KREATIF: Wahidin (kiri), perajin tas dan dompet asal Dasan Agung, Mataram, saat memamerkan produknya dalam bazar yang digelar di halaman Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Kota Mataram belum lama ini. (Toni/Lombok Post)
KREATIF: Wahidin (kiri), perajin tas dan dompet asal Dasan Agung, Mataram, saat memamerkan produknya dalam bazar yang digelar di halaman Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Kota Mataram belum lama ini. (Toni/Lombok Post)
Kreativitas Wahidin perlu dicontoh. Ia membuat barang tak biasa dari kain tenun khas NTB. Misalnya, dompet dan tas.

-------------------------------------------------

WAHIDIN sibuk melayani pelanggan satu per satu. Mereka menawar tas dan dompet yang ia pamerkan saat peresmian Bale Kumpul UMKM belum lama ini. Dompet dan tas warna-warni ia hamparkan di meja yang ada di stand miliknya.

Tas dan dompet ini terlihat berbeda dari yang dijual di pasaran maupun di toko. Ada ciri khas kain tenun beberapa daerah yang ada di NTB. “Memang saya buatnya dari bahan kain tenun tradisional dari beberapa kabupaten kota yang ada di Pulau Sumbawa dan Lombok,” akunya kepada Lombok Post.

Dengan bahan dasar kain tenun tersebut, Wahidin kemudian mengubahnya menjadi tas dan dompet. Tak disangka, kreativitas yang sudah mulai ia lakukan sejak tahun 2013 tersebut, banyak peminatnya. Mulai dari sekitar lingkungannya yang ada di Dasan Agung Kota Mataram, menyebar ke beberapa daerah. “Bahkan ada yang sudah saya kirim ke luar negeri,” tuturnya.

Wahidin memproduksi tas dan dompet dari kain tenun ini dirumahnya di Kampung Pelita Dasan Agung. Produknya masih dipasarkan secara tradisional dari mulut ke mulut. Namun entah dari mana informasi kemudian menyebar hinga ke beberapa daerah bahkan luar negeri. Beberapa kali pesanan datang dari warga asing asal Jerman, Belanda, dan Australia.

Ada juga warga luar negeri yang datang kemudian membeli. Mereka teratrik dengan motif tas dan dompet yang dianggap unik. Padahal, ketika membuat tas bahan parasut hingga kulit, produknya tidak dikenal seperti sekerang ini.

Namun ketika ia mencoba berinovasi dengan produk kain tenun khas berbagai kabupaten Kota yang ada di NTB, peminatnya ternyata cukup banyak. Ia bahkan sengaja membeli kain tenun khas dari Bima, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Tengah Lombok Barat hingga daerah lainnya. Kain tenun itulah yang kemudian dibuat menjadi tas dan dompet.

Selain bisa dimanfaatkan untuk aktivitas sehari-hari, tas dan dompet buatan Wahidin juga sekaligus mengenalkan tenun khas yang ada di NTB ke berbagai daerah bahkan dunia. Harga termurah produk dan tas berbahan kain tenun yang ia buat mulai Rp 50 ribu sampai Rp 1,5 juta. “Yang paling mahal adalah kain tenun bahan pewarna alam,” tuturnya.

Sebelum pandemi Covid-19 melanda, Wahidin memproduksi tas dan dompet kain tenun setiap hari. Namun semenjak pandemi Korona melanda, ia produksi tergantung permintaan. Karena usahanya merasakan dampak pandemi.

Padahal, awalnya pelanggannya tidak hanya dari daerah NTB tetapi nasional. Pembelinya sebagian besar dari kalangan pegawai dan karyawan swasta. "Tetapi ada juga mahasiswa," cetus Wahidin.

Pria tiga anak ini mengaku kini butuh bantuan pemerintah dalam hal pemasaran. Bagaimana UMKM yang ada di NTB bisa memasarkan produknya agar bisa tetap produktif. “Kendala utama di masa pandemi Korona ini sekarang adalah pemasaran. Itu yang kami rasakan,” tandas pria 50 tahun ini. (Hamdani Wathoni/r3) Editor : Administrator
#Wahidin #Dasan Agung #Tas Tenun