Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kelurahan Mataram Timur Galakkan Pengolahan Sampah Organik Jadi Maggot

Administrator • Sabtu, 19 Juni 2021 | 16:17 WIB
SOLUSI KELOLA SAMPAH ORGANIK: Lurah Mataram Timur Rahmawati (tiga dari kanan) menunjukkan sampah organik yang diolah menjadi maggot, belum lama ini. (IST/Lombok Post)
SOLUSI KELOLA SAMPAH ORGANIK: Lurah Mataram Timur Rahmawati (tiga dari kanan) menunjukkan sampah organik yang diolah menjadi maggot, belum lama ini. (IST/Lombok Post)
MATARAM-Inovasi penanganan sampah dilakukan Pemerintah Kelurahan Mataram Timur bersama warga. Mereka menggalakkan gerakan pemilahan sampah organik dan nonorganik, kemudian mengolahnya agar memiliki manfaat.

Salah satu caranya dengan memanfaatkan lalat tentara hitam alias lalat BSF (Black Soldier Fly). Lalat ini akan bertelur di sekitar sampah organik. Kemudian telurnya itu dalam beberapa hari akan menjadi maggot atau yang biasa disebut belatung.

"Khusus untuk pemilahan sampah organik seperti sisa nasi, buah, dan sayur atau sisa dapur kami pilah dan akan menjadi makanan maggot," jelas Lurah Mataram Timur Rahmawati.

Metode pemilahan dan pengolahan sampah ini didampingi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram. Warga diarahkan untuk tidak mencampur sampah organik dan non organik ke dalam satu wadah, melainkan memilahnya terlebih dulu.

"Maggot satu kilo bisa memakan sampah organik lebih dari lima kilo gram. Sampah itu akan mengering, tidak menimbulkan bau dan bisa dicacah menjadi pupuk," jelasnya.

Maggot yang berumur dua minggu kemudian bisa menjadi pakan ternak. Baik ayam, bebek, ikan nila, maupun lele.  Bisa juga dijual dengan harga Rp 50 ribu per kilo gram. Karena bisa dimanfaatkan untuk makanan ikan, ayam hingga burung.

"Ikan atau lele yang memakan maggot dagingnya lebih kenyal. Karena maggot ini kan proteinnya tinggi. Semakin banyak ikan makan maggot, juga semakin sehat. Lebih baik dari pelet," jelasnya.

Warga kini pun sudah mulai mengolah sampahnya menggunakan maggot. Sehingga pemerintah kelurahan berencana mengundang pedagang dan pengusaha di Mataram Timur untuk tidak lagi membuang sampahnya ke TPS. Sampah tersebut akan dijemput roda tiga untuk menjadi makanan maggot. "Ini salah satu cara kami mengurangi volume sampah," cetusnya.

Sementara untuk sampah plastik sisa kemasan makanan atau yang lainnya dipilah warga menjadi eco break. Itu nantinya difungsikan menjadi bahan pembuatan meja dan kursi. "Eco break itu nanti ada yang beli," terangnya.

Sedangkan untuk sampah dedaunan akan diolah oleh komposter menjadi pupuk. "Semua program pemilahan sampah di Kelurahan Mataram Timur ini kami kemas dalam program Pengurangan Sampah Organik Andalan Hasilkan Rupiah Tuntaskan Masalah atau Pesona Harum," paparnya.

Program pemilahan sampah ini akan dimulai dari tingkat rumah tangga. Harapannya agar gerakan pemilahan sampah bisa menjadi kebiasaan dan budaya di tengah masyarakat Kota Mataram. (ton/r3) Editor : Administrator
#maggot #sampah organik #Mataram Timur