Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pasang Jaring Saja Belum Bisa Atasi Sampah di Sungai Jangkuk Mataram

Administrator • Senin, 21 Juni 2021 | 14:37 WIB
BELUM TERATASI: Sampah yang hanyut di Sungai Jangkuk langsung menumpuk terhalang jaring sampah. Sebagian masyarakat masih memiliki kebiasaan buruk membuang sampah ke sungai. (Ivan/Lombok Post)
BELUM TERATASI: Sampah yang hanyut di Sungai Jangkuk langsung menumpuk terhalang jaring sampah. Sebagian masyarakat masih memiliki kebiasaan buruk membuang sampah ke sungai. (Ivan/Lombok Post)
MATARAM-Pemerintah Kota Mataram memberikan perhatian penuh pada persoalan sampah di Sungai Jangkuk. Menyusul masyarakat yang menyorot kondisi sungai yang penuh sampah.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Miftahurrahman mengatakan, persoalan sampah Sungai Jangkuk tak bisa dituntaskan sendirian oleh pihaknya. "Penyelesaian harus dari hulu hingga hilir. Harus melibatkan berbagai stakeholder terkait supaya efektif," kata Miftah, Sabtu (19/6).

Pihaknya saat ini sudah memasang jaring sampah di Sungai Jangkuk. Tepatnya di bawah jembatan Ampenan. Jaring sampah ini diyakini akan menjadi salah satu solusi terkait sampah yang selama ini hanyut dan melintas di Kelurahan Banjar.

Namun keberadaan jaring sampah tetap tidak akan efektif ketika warga masih tetap membuang sampah ke sungai. "Kalau imbauan (agar warga tak buang sampah ke sungai) boleh dikatakan sudah maksimal. Kesadaran bersama yang penting," pintanya.

Miftah mengatakan, warga sudah memahami dan mengetahui jika sungai bukanlah tempat untuk buang sampah. Namun mereka tetap melakukannya karena kurangnya tanggung jawab dan kesadaran pribadi.

Pemerintah juga telah menyiapkan tempat pembuangan sampah hingga kendaraan roda tiga keliling di setiap lingkungan. Namun masih ada saja warga yang nekat buang sampah ke sungai. "Persoalan sampah di sungai harus dari hulu sampai hilir. Di bagian hulu, Pemkab Lobar dan BWS (harus bertanggung jawab)," pintanya.

Selain meminta pemerintah untuk merespons cepat masalah sampah di sungai, masyarakat dan pegiat lingkungan juga mempertanyakan peran para anggota dewan Dapil Ampenan. Terlebih mereka juga memiliki program pokok pikiran (Pokir) yang seharusnya bisa digunakan untuk penanganan sampah.

Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi mengatakan pihaknya di legislatif siap membahas persoalan sampah di sungai bersama anggotanya. "Dalam waktu dekat kami akan diskusikan dengan anggota (Dewan Dapil Ampenan). Apalagi kalau itu merupakan aspirasi masyarakat," ucapnya.

Keberadaan anggota dewan Dapil Ampenan diharapkan lebih peduli terhadap persoalan sampah. Tidak hanya sebatas mengkritik pemerintah tetapi bisa memberi solusi. "Anggota dewan pada posisi siap mem-follow up sehingga menjadi kebijakan," ujar Didi. (ton/r3) Editor : Administrator
#sampah #Sungai Jangkuk #Mataram