"Sudah dibuka hari ini dengan protokol kesehatan ketat. Harus pakai masker dan scan barcode aplikasi Peduli Lindungi begitu masuk dan keluar bioskop," jelas General Manager LEM Salim Abdad kepada Lombok Post, kemarin (16/9).
Pemerintah pusat maupun kota sudah mengizinkan bioskop dibuka kembali dengan beberapa ketentuan yang harus diikuti. Misalnya kapasitas ruang bioskop maksimal diisi 50 persen. Kemudian menyiapkan barcode aplikasi peduli lindungi, tidak boleh membawa anak-anak dan tidak menjual makanan di dalam bioskop.
Meski masih belum normal, Salim mengaku dibukanya bioskop menjadi angin segar bagi geliat usaha di LEM. Mengingat, bioskop disebutnya menjadi daya tarik kunjugan warga ke mal. Banyak warga yang memang sengaja datang ke mal untuk menonton bioskop.
"Ketika ini (bioskop) ditutup, ya pengunjung mal akhirnya berkurang," cetusnya.
Dengan dibukanya kembali bioskop di LEM, diharapkan kondisi kunjungan bisa segera normal. "Ke depan kami harapkan event juga bisa diizinkan dilaksanakan di mal," harapnya.
Salim menambahkan, saat ini pihak LEM bekerja sama dengan pihak kepolisian rutin melaksanakan kegiatan vaksinasi presisi di mal. Ini dilakukan untuk terus memperluas cakupan vaksinasi di Kota Mataram. Meskipun cakupan vaksinasi di Kota Mataram saat ini sudah mencapai herd immunity karena persentasenya di atas 70 persen.
"Jadi warga yang belum vaksin bisa datang ke mal. Karena warga bisa mendapatkan layanan vaksinasi pertama di sini," ungkapnya.
Pantauan Lombok Post, sejumlah pengunjung sudah mulai mendatangi bioskop saat buka perdana kemarin. Di depan pintu masuk, mereka dihentikan oleh petugas satpam agar terlebih dulu melakukan scan barcode aplikasi peduli lindungi dari smartphone miliknya.
"Hari ini mulai pukul 12.30 Wita sampai pukul 22.00 Wita," ujar Ebi, salah satu pegawai XXI LEM.
Ada tiga film yang tayang di LEM kemarin. Mulai dari Fast & Furious 9, Black Widow, dan Suicide Squad. Radit, salah satu pengunjung mengaku senang dengan kembali dibukanya bioskop XXI di LEM. "Ya jadi ada hiburan. Nggak tertekan terus karena situasi pandemi ini," ujarnya.
Pengunjung juga merasa aman datang ke bioskop karena protokol kesehatan yang diterapkan cukup ketat. Ditambah adanya scan barcode aplikasi Peduli Lindungi yang disediakan secara otomatis memastikan jika semua pengunjung yang datang sudah divaksin. (ton/r3) Editor : Administrator