Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gelombang Ganas, Abrasi di Pantai Ampenan Semakin Parah Parah

Administrator • Sabtu, 29 Januari 2022 | 00:06 WIB
CEGAH SEMAKIN PARAH: Sejumlah pekerja dari PT Pertamina Terminal Ampenan saat berusaha menutupi lubang yang keropos diterjang gelombang pasang di lokasi Anjungan Pantai Ampenan, kemarin (27/1).( TONI/LOMBOK POST)
CEGAH SEMAKIN PARAH: Sejumlah pekerja dari PT Pertamina Terminal Ampenan saat berusaha menutupi lubang yang keropos diterjang gelombang pasang di lokasi Anjungan Pantai Ampenan, kemarin (27/1).( TONI/LOMBOK POST)
MATARAM-Kerusakan Pantai Ampenan yang menjadi salah satu destinasi wisata Kota Mataram kian parah. Abrasi yang ditimbulkan gelombang pantai membuat lubang menganga di sekitar area anjungan. Bahkan tidak hanya merusak area wisata, tetapi abrasi dan gelombang besar membuat keretakan pada dinding tembok PT Pertamina Terminal Ampenan.

“Dindingnya sudah retak dan penyangganya bisa berbahaya kalau dibiarkan terus seperti ini. Makanya kami coba antisipasi secara darurat dulu,” ujar salah satu petugas dari PT Pertamina Terminal Ampenan kepada Lombok Post, kemarin (27/1).

Sayangnya, sejumlah petugas yang dikerahkan membuat tanggul dari karung berisi pasir juga kesulitan bekerja. Lantaran, ketika mereka hendak memasang tanggul tersebut, ombak yang datang cukup besar. Membuat tanggung yang dipasang hanyut seketika. Tak hanya itu, ombak yang kembali ke laut bisa menyeret mereka saat sedang bekerja. Membuat para petugas harus ektsra hati-hati.

“Kalau kondisi ombak tenang sih memang tidak apa-apa. Tapi kalau sudah kondisinya ombak besar ya seperti ini dampak kerusakannya,” lanjut petugas tersebut.

Sementara para pedagang di Pantai Ampenan kemarin tak bisa berjualan dengan kondisi cuaca saat ini. Gelombang yang datang cukup besar. Bahkan melewati anjungan yang sudah roboh. Tak hanya itu, lubang di lokasi abrasi semakin menganga. Sehingga kerusakan di Pantai Ampenan semakin parah. “Kami yang berjualan di pojok lokasi kerusakan sudah tidak bisa berjualan lagi,” tutur Mariani, salah satu pedagang.

Ia berharap kerusakan yang ada saat ini bisa dicarikan solusi sementara. Agar para pedagang bisa kembali berjualan. Mengingat, dalam waktu dekat Mataram diyakini akan dikunjungi banyak orang dari luar daerah seiring pelaksanaan MotoGP Maret mendatang. “Sudah ada yang datang ke sini petugas pemerintah memperbaiki dengan melepas batu. Tetapi belum menyelesaikan masalah,” katanya.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Miftahurrahman kepada Lombok Post menjelaskan jika pihaknya sudah bersurat berupaya meminta bantuan kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I. Permintaan Pemkot Mataram ini bahkan sudah mendapat respons.

“Mereka sudah menurunkan tim dan kami melakukan survei bersama. Mereka (pihak BWS) mungkin sedang melakukan proses pengkajian. Data kami sudah berikan,” ungkap Miftah.

Ia berharap pihak BWS bisa memberikan bantuan perbaikan untuk kerusakan anjungan Pantai Ampenan. Karena jika perbaikan dibebankan pada APBD Kota Mataram, anggaran yang ada saat ini tidak akan mampu membiayainya. Karena dari hasil kajian teknis Dinas PUPR Kota Mataram, penanganan perbaikan Pantai Ampenan membutuhkan biaya sekitar Rp 17 miliar lebih.

“APBD kita dalam posisi tidak bisa untuk membiayai itu. Apalagi itu biayanya besar,” cetusnya. Sehingga ia berharap ini bisa menjadi perhatian BWS karena kerusakan ini termasuk dampak bencana alam sama seperti kerusakan Jembatan Meninting. (ton/r3)

 

 

. Editor : Administrator
#Kota Mataram #Pantai Ampenan #Abrasi