Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Car Free Day Udayana Ditiadakan, PTM Terbatas Dipertahankan

Administrator • Rabu, 16 Februari 2022 | 23:59 WIB
CFD : Warga Kota Mataram tumpah ruah pada free day di Jalan Udayana sebelum pandemi Covid-19. Kini, acara tersebut belum bisa dilakukan guna mencegah penyebaran Korona. (Ivan/Lombok Post)
CFD : Warga Kota Mataram tumpah ruah pada free day di Jalan Udayana sebelum pandemi Covid-19. Kini, acara tersebut belum bisa dilakukan guna mencegah penyebaran Korona. (Ivan/Lombok Post)
MATARAM-Pemkot Mataram kembali menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. Hal ini sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 11  Tahun 2022 tentang  PPKM level 3, 2, dan level 1.

Dalam Inmendagri tersebut Kota Mataram bersama dua kabupaten/kota lainnya di NTB berada pada PPKM level 3. “Kita akan menerapkan PPKM Mikro untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19,” kata Wali Kota Mataram usai video conference (vidcon) rapat koordinasi penanganan Covid-19 bersama pemprov NTB di Ruang Kenari, Kantor Wali Kota Mataram, kemarin (15/2).

Dikatakan, saat ini Kota Mataram berada pada PPKM level 3. Jadi beberapa kegiatan yang menciptakan kerumunan akan dilarang. Seperti Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana setiap minggu pagi resmi ditiadakan. Begitu juga dengan tempat wisata dan hiburan pengunjungnya akan dibatasi dan pengawasannya diperketat.

“Satpol PP bersama TNI dan Polri akan terus melakukan patroli disiplin prokes,” ujar orang nomor satu di Kota Mataram ini.

Dijelaskan, blue light patroli guna menegakkan disiplin prokes. Pukul 22.00 Wita pusat perbelanjaan atau toko kembali harus sudah tutup. Tidak boleh ada aktivitas lagi di atas jam sepuluh malam. “Intinya pengawasan prokes akan diperketat,” cetusnya.

Sedangkan di sektor pendidikan, PTM terbatas dipertahankan. Jika ada siswa yang terpapar Covid-19 sekolah akan ditutup sementara. Maksimal paling lama lima hari untuk mensterilkan kembali sekolah tersebut dengan penyemprotan disinfektan.

“Penutupan sekolah sementara berdasarkan rapat dewan guru, orang tua, dan komite sekolah,” kata Mohan.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi mengatakan, belakangan ini kasus Covid-19 terjadi lonjakan cukup signifikan. Jumlah kasus Covid-19 sejak Januari 2022 mencapai 1.158 orang. Rinciannya, 97 pasien  sembuh, 5 pasien meninggal, dan kasus aktif sebanyak 1.058 pasien.

Dia menyebutkan, dari kasus aktif tercatat 989 pasien melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. Tujuh orang melakukan isoman di hotel, dan satu orang isoman di Wisma Tambora.

“Sedangkan 57 orang dirawat di rumah sakit di Kota Mataram,” cetusnya.

Meski demikian, dari jumlah warga yang terpapar Covid-19 kata Usman, sebanyak 90 persen lebih melakukan isoman di rumahnya masing-masing karena tidak ada gejala. “Ini untuk mencegah penularan Covid-19,” ucapnya.

Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang  mengutarakan, peningkatan kasus Covid-19 perlu diatensi bersama. Memang kata dia, perkiraan sebelumnya diawal pandemi 2020 lalu diprediksi akan terjadi lonjakan kasus di pulau Jawa dan Bali. Lalu dua minggu berikutnya lonjakan kasus akan terjadi di luar pulau Jawa dan Bali.

“Tapi sekarang kita di Kota Mataram lebih cepat terjadi lonjakan kasus,” kata Aweng.

Kendati demikian lanjut dia, rata-rata warga terpapar Covid-19 bergejala ringan dan sedang. Sehingga direkomendasikan melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing dengan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Misalnya sebut dia, pasien yang terpapar tidak boleh gabung dengan anggota keluarga lainnya. “Puskesmas yang melakukan assessment rumah warga layak atau tidak sebagai tempat isolasi maandiri,” terangnya.

Aweng tentu tidak ingin ada peningkatan kasus  terus terjadi. Untuk itu, pasien yang terpapar dilakukan perawatan. Terutama pasien komorbid bisa ditangani di 16 rumah sakit di Kota Mataram. “Oksigen dan ketersediaan tempat tidur (BOR) di rumah sakit masih aman,” ujar dia.

Menurutnya, ada dua kunci melawan penyebaran Covid-19. Pertama vaksinasi lengkap. Sebagian besar warga yang positif Covid-19 karena vaksinasi Covid-19 belum lengkap. Jadi untuk itu pihaknya merekomendasikan kalangan lanjut usia (lansia) dan anak usia 6 sampai 11 tahun untuk mengakselerasi vaksinasi. “Di lapangan kita tingkatkan vaksinasi,” cetusnya.

Kedua, bagaimana menerapkan prokes ketat. Sesuai hasil rapat kata dia, penggunaan masker sesuatu yang wajib. Pasalnya, penggunaan masker mengurangi potensi penularan diatas 80 persen. Lalu langkah selanjutnya yang akan dilakukan pemkot untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan melakukan kampanye vaksinasi dan prokes, baik itu melalui spanduk atau pun tokoh masyarakat. Serta memanfaatkan media sosial untuk saling mengingatkan pandemi belum berakhir.

“TNI, Polri, BPBD dan Satpol PP akan melakukan blue light patroli untuk mengingatkan warga disiplin prokes. Kita akan membawa masker pada saat patroli, kalau ada warga tidak pakai masker akan kita berikan,” urainya.

Aweng tidak ingin pencegahan Covid-19 terlalu ketat yang akan mengganggu kondisi kota. Intinya dalam pencegahan Covid-19 kesadaran bersama. Kebijakan di Kota Mataram akan mengacu pada PPKM level 3. Seperti di sektor pendidikan penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) 50 persen dan daring 50 persen . “Kita berharap aktivitas masyarakat tetap normal,” pungkasnya. (jay/r3) Editor : Administrator
#Udayana #Pemkot Mataram #car free day