“Belum ada pemberitahuan sama sekali untuk pindah ke sana. Kami menunggu arahan dari pemerintah kota saja,” ujar Nurhayati, salah satu warga yang tinggal di Huntara Pondok Pelangi, kemarin (18/2).
Pantauan Lombok Post, Rusunawa ini memang telah rampung dibangun sejak akhir tahun lalu. Bahkan, meubelernya juga sudah tersedia di dalam kamar rusunawa. Begitu juga jaringan listrik dan airnya. Namun entah apa alasannya, hingga memasuki Bulan Februari, serah terima belum juga dilakukan.
“Kami sih siap saja dipindah ke sana. Kalau masuk ke sana lihat langsung memang belum pernah. Tapi sudah dikasih lihat gambarnya,” ungkap Nurhayati.
Ia menilai Rusunawa ini memang cukup bagus. Sehingga beberapa warga sudah tak sabar untuk pindah ke sana.
Namun berbeda dengan Nurhayati, Suharni mengaku masih ragu pindah ke Rusunawa Bintaro. Karena ia khawatir tidak ada tempat yang bisa mendukung usaha pemindangan tongkol yang dijalankannya. “Misal kalau saya kebagian tempat di lantai II atau di lantai atas. Bagaimana saya mau menjalankan usaha pemindangan tongkol saya,” ucapnya.
Terkecuali jika di halaman yang tersedia, ia dan warga yang punya usaha pemindangan tongkol diberikakan tempat. Sehingga ia tetap bisa menjalankan usahanya meski pindah ke Rusunawa.
Pantaun Lombok Post ke Rusunawa Bintaro kemarin, tempat tersebut masih sepi. Meskipun bangunan tersebut sudah terlihat tuntas.
Namun ada yang aneh, jalan pintu masuk menuju Rusunawa Bintaro justru tertutup. Gerbang di pinggir Jalan utama arah Ampenan menuju Batulayar dikunci dan dihalangi dengan bambu. Sehingga tak ada jalan bagi kendaraan masuk ke Rusunawa Bintaro. Pengunjung yang mau datang ke area Rusunawa Bintaro haru memutar arah melalui jalan di pinggir pantai Kelurahan Bintaro.
Jalan menuju Rusunawa Bintaro ini memang milik masyarakat yang rencananya akan dibebaskan oleh pemerintah Kota Mataram. Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Miftahurrahman dan Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Mataram M Nazarudin Fikri yang ditanya mengenai alas an penutupan jalan belum memberikan jawaban pasti.
Kepala Dinas Perkim Kota Mataram hanya mengatakan alasan belum ditempatinya Rusunawa Bintaro karena menunggu fasilitasnya lengkap. “Masih melengkapi perabotan dan menunggu arahan pak wali kota,” jawabnya singkat. (ton/r3)
Editor : Administrator