“Kantor Dispora nilainya Rp 3,5 miliar sementara BKDPSDM Rp 5 miliar. Itu dibangun nanti di kompleks perkantoran yang ada di Jalur Lingkar Selatan,” terang Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Miftahurrahman kepada Lombok Post.
Dua proyek tersebut sudah dalam penyiapan dokumen. Dalam waktu dekat, rencananya bangunan tersebut akan segera dilelang. Yang jelas, proyek ini dijelaskana akan dilaksanakan di semester pertama tahun anggaran.
Selain dua proyek pembangunan kantor tersebut, proyek fisik yang dimulai semester pertama adalah penataan Taman Sangkareang. Proyek senilai Rp 1,4 miliar tersebut telah dilaksanakan sejak awal tahun lalu. Pelaksananya dari keterangan Miftah masih sama dengan proyek penataan Plaza selatan Taman Sangkareang tahun lalu yakni CV Rangga Jaya Sentosa. “Karena mereka paling rendah penawarannya,” ucapnya.
Sehingga, 18 Februari lalu proyek tersebut sudah mulai kontrak. “Tahun ini juga ada peningkatan jalan di Dasan Sari Udayana dan Jalan Pande Mas Sekarbela,” terang Miftah.
Anggota Komisi I DPRD Kota Mataram Rino Rinaldi mengingatkan Dinas PUPR Kota Mataram untuk melaksanakan semua proyek fisik dengan cermat. Dalam artian jangan sampai ada keterlambatan. Terlebih proyek yang dibangun berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat.
“Harus segera bergerak mulai dari tendernya agar tidak ada keterlambatan lagi. Harus bisa mengikuti ritme pemimpin,” tegasnya.
Seperti yang disampaikan tadi di pembahasan RPJMD, Pemerintah Kota Mataram dikatakannya saat ini sedang membangun simbol kemegahan yang bermuara pada pelayanan kepada masyarakat.
“Jika pelayanan kepada masyarakat maksimal dan baik, maka masyarakat cinta pada kotanya,” tegasnya.
Mataram dikatakan Rino mulai berjalan dari titik nol. Di awal tahun 2022 atau tahun kedua RPJMD wajah kota mulai berdandan dan ekonomi mulai bergerak. Ini membuat semua masyarakat berada pada jalur optimisme. “Harus bergegas membangun simbol kemegahan kota yang aman nyaman dan membahagiakan warganya,” tandansya. (ton/r3)
Editor : Administrator