Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Omset Tembus Jutaan Rupiah, Pesanan Kue Lebaran di Mataram Melonjak

Baiq Farida • Senin, 11 April 2022 | 16:47 WIB
Umi Wardah (Dewi/Lombok Post)
Umi Wardah (Dewi/Lombok Post)
MATARAM-Sudah menjadi tradisi bagi umat muslim dalam merayakan hari raya Idul Fitri. Harus tersedia berbagai jenis makanan di meja. Termasuk menghidangkan kue kering untuk menyambut tamu yang datang.

Hal ini menjadi berkah tersendiri bagi penjual kue kering. Bahkan omset penjualan melonjak drastis. Salah satunya Umi Wardah warga asal Aikmel, Lombok Timur.

"Alhamdulillah, sudah banyak yang pesan (kue kering, red) terutama yang sudah langganan. Tapi nanti dekat-dekat Lebaran, biasanya tambah banyak pasti yang pesan," ungkapnya, Jumat (8/4/2022).

Wardah menuturkan, menjelang hari raya idul Fitri pesanan kue kering miliknya bisa meningkat tiga hingga empat kali lipat dibanding hari normal. Bahkan omset penjualan kuenya bisa mencapai jutaan rupiah per hari. Sementara di hari biasa, ia mengaku hanya mendapatkan uang bersih Rp 200 hingga Rp 500 ribu per hari.

"Kalau sebelum puasa kita jualan sesuai pesanan, jadi pesan dulu baru dibuatkan. Tidak tentu penjualannya berapa. Cuma kalo sekarang (Ramadan, red) kita banyakin stok dan pasti selalu habis," terangnya.

Ada berbagai macam kue kering yang diproduksi Wardah. Namun khusus pesanan selama Ramadan, kue yang diproduksi adalah kue nastar, kue bawang, cakar ayam dan keciput sang primadona.

Harga kue kering yang dijual pun bervariasi. Untuk kemasan 250 gram nastar dijual dengan harga Rp 30 ribu. Sementara untuk satu kilogram kue bawang harganya Rp 60 ribu. Begitu pula dengan keciput harganya mulai dari Rp 60 hingga 70 ribu per kilogram.

Sedangkan harga cakar ayam dijual mulai dari  Rp 35 ribu sampai Rp 65 ribu. Tergantung jenis bahan, toping dan kemasan kue yang diinginkan pelanggan.

"Harga ini juga fleksibel, tergantung siapa yang beli. Kalo langganan tetap, biasanya saya kasih nawar. Sama yang beli banyak (pengecer, red) saya kasih diskon," ucapnya.

Guna memenuhi permintaan kue kering dari pelanggannya, Wardah juga menambah pekerja untuk memenuhi pesanan tersebut. Sebagian besar tidak hanya membantu dalam proses produksi. Namun, mengurus pemesanan via online.

"Saking banyaknya, kita tambah pegawai satu dua orang untuk bantu-bantu. Karena tenaga keluarga juga tidak cukup," tandas Wardah. (ewi/r10) Editor : Baiq Farida
#Kue Lebaran