“Kegiatan ini masih rangkaiaan dari acara peringatan HBDI ke-114. Kami bekerja sama dengan tokoh agama yang ada di Kota Mataram. Kalau sebelumnya bekerja sama dengan MUI (Majelis Ulama Indonesia), hari ini dengan PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia),” terang Ketua IDI Kota Mataram dr Akhada Maulana.
Ia menjelaskan para tokoh agama selama ini telah senantiasa menjaga kesehatan rohani masyarakat. Maka para dokter yang ada di Kota Mataram ini ingin berkontribusi menjaga kesehatan jasmani mereka. Agar para tokoh agama ini bisa menjalankan tugasnya dengan baik.
Total peserta dari kalangan tokoh umat hindu dan pengurus PHDI yang mengikuti kegiatan layanan kesehatan gratis ini sekitar 50 orang. Mereka tidak hanya memeriksakan kesehatannya tetapi juga mendapatkan obat-obatan yang dibutuhkan. Hadir juga beberapa dokter spesialis yang memberikan layanan pemeriksaan USG, jantung, penyakit dalam dan beberapa layanan spesialis lainnya.
“Kami harap melalui kegiatan ini akan mendekatkan kami para dokter di IDI Kota Mataram dengan masyarakat,” harap Dokter Akhada, sapaannya.
“Setelah PHDI, nanti kami juga berikutnya kami akan memberikan layanan kesehatan gratis kepada Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI),” sambungnya.
Ketua panitia HBDI sekaligus Ketua Divisi Pegabdian IDI Kota Mataram dr Ahmad Fadli Bustomi menambahkan jika acara Hari Bhakti Dokter Indonesia ini akan terlaksana selama empat bulan sejak Minggu hingga Oktober mendatang. “Kegiatan ini menjadi komiten kami untuk hadir di masyarakat. Tidak ada sekat dengan siapapun. Alhamdulillah kami bersyukur niat baik kami ini mendapat sambutan hangat dari semua pihak,” ujarnya.
Ia bersyukur PHDI sebagai salah satu elemen penting di Kota Mataram memberi sambutan hangat bagi IDI Kota Mataram dengan menyiapkan fasilitas gedung tempat dilaksanakannya layanan kesehatan gratis. Sehingga acara bisa terlaksana dengan baik dan manfaatnya bisa dirasakan para tokoh umat hindu di Kota Mataram.
Sementara Ketua PHDI Kota Mataram I Made Merta Arta mengapresiasi kegiatan sosial yang dilaksanakan IDI Kota Mataram. Saat ini ia menjelaskan ada tiga persoalan pokok yang dialami umat hindu begitu juga umat lain. Mulai dari masalah kesehatan, pendidikan dan lapangan pekerjaan.
“Kami berterima kasih terhadap para dokter dan IDI Kota Mataram. Kami harapkan melalui kegiatan seperti ini masyarakat bisa lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatannya,” ungkapnya.
Kegiatan seperti ini diharapkannya juga bisa menguatkan masyarakat jika kesehatan menjadi modal untuk melaksanakan berbagai aktivitas lainnya. Kemudian ia juga berharap masyarakat memiliki kesadaran jika sehat itu tidak mahal jika masyarakat menjaganya.
“Sehat itu tidak mahal asal kita sadar. Maka mari kita jaga kesehatan. Paradigma ini yang juga ingin kami bangun di umat hindu Kota Mataram,” tandasnya. (ton/r3) Editor : Rury Anjas Andita