--------------------------------
Wajahnya masih polos. Dibalut rambut kriwilnya, ia tampil sederhana dan ramah kepada siapa saja. Dalam beberapa event, penampilan Pamela Paganini menjadi salah satu sajian yang menghibur masyarakat Kota Mataram. Mulai dari peresmian Taman Loang Baloq, hingga beberapa acara konser musik berkonsep indoor dan outdoor. Ia kerap tampil memberikan hiburan.
Yang terbaru, Mela, sapaan karibnya menjadi penampil adalam acara perayaan buku yang diadakan Komunitas Akar Pohon.
Sosok Mela adalah musisi yang sudah berkecimpung cukup lama di dunia musik. Bahkan sejak dirinya anak-anak, ia sudah beberapa kali tampil di layar kaca TV nasional. Maklum, saat berusia 15 tahun, gadis yang kini tengah menimba ilmu di Institut Agama Hindu Gde Puja Mataram itu pernah mengikuti acara pencarian bakat musim Rising Star Indonesia (RSI) lima tahun silam.
Saat acara Room Audition RSI kala itu, ia mendapatkan Yes atau tiket persetujuan babak berikutnya dari para expert dewan juri yang diisi oleh musisi ternama. Anang, Rossa, hingga Judika memberikan Yes untuk Mela. Meski Ariel Noah saat itu punya pendapat berbeda, ia tetap melaju ke babak berikutnya. Sayang, langkah Mela harus terhenti di babak layar kaca raksasa ketika ia tampil di panggung utama.
Para dewan juri saat itu bersepakat jika Mela masih terlalu muda. Ia punya talenta besar untuk mengembangkan potensinya menjadi penyanyi berbakat ketika dewasa nanti. Benar saja, Mela yang tak patah semangat terus menekuni dunia musik hingga saat ini di tengah kesibukannya kuliah. Beberapa lagu berhasil ia ciptakan. Mulai dari anomali pertemuan, jantera, ombak pasang, fake puppet hingga IYLM.
“Anomali Pertemuan dan beberapa lagu saya rilis tahun 2019. Kemudian jantera ini saya rilis tahun 2021 dan sudah menerbitkan album digitalnya,” kata dia kepada Lombok Post.
Pamela mengaku ada sekitar sembilan lagu yang sudha terkumpul dalam satu album miliknya. Lirik lagu tersebut sebagian besar bersumber dari ide dan apa yang ia alami dari sebuah peristiwa. Termasuk di tengah-tengah kesibukannya menyusun skripsi saat ini.
“Rata-rata semua pengalaman pribadi yang saya tuangkan dalam lirik lagu,” akunya tersenyum.
Karena bersumber dari pengalamannya, maka ia membawakannya dengan dengan suara merdu yang penuh penghayatan. Sulit bagi siapapun tidak menyukai dara kelahiran 2001 ini. Suaranya yang khas dan jernih menjadi salah satu talenta mahakarya musik lokal. Apalagi ketika ia membawakan lagu sambil memainkan piano atau alat musik, penampilannya akan mengundang decak kagum orang yang menyaksikannya.
Sangat wajar banyak orang yang kini mengidolakannya. Khususnya mereka yang telah melihat penampilannya secara langsung. Ya, dialah idola baru warga kota. Asmarani Pamela Paganini atau yang lebih dikenal dengan panggilan karib Mela. (*/r3) Editor : Administrator