"Saya atas nama Pemerintah Kota Mataram mengapresiasi dengan terselenggaranya LFF kali ini," kata wanita yang akrab disapa Bunda Kikin.
Ia mengatakan, ajang festival ini merupakan salah satu upaya menekan laju inflasi yang melanda secara global. Rangkaian acara di di LFF mulai dari pasar murah, pameran, dan festival kuliner menghasilkan aktivitas ekonomi yang positif.
"Saya apresiasi Lombok Womenpreneur Club (LWC) telah konsisten dengan berbagai event yang ada," imbuhnya.
Founder LWC Indah Purwanti Ningsih mengatakan, LFF merupakan acara tahunan. Tahun ini diikuti berbagai kuliner UMKM yang ada di NTB.
"Tujuan event LFF ini untuk melestarikan kuliner yang ada di NTB," terangnya.
Direktur Lombok Post Alfian Yusni mengatakan. kegiatan LFF kolaborasi bersama LWC ini juga rangkaian dari HUT Lombok Post ke-31 pada 17 Agustus lalu. Pada LFF kedua, Lombok Post ingin terlibat lebih matang sebagai sebuah media besar dan pertama di NTB.
"Kami menguatkan diri, Lombok Post tidak besar sebagai nama tapi bagaimana nama besar tetap konsisten. Caranya dengan berkolaborasi membuka diri dengan siapa saja," terangnya.
Deputi Bank Indonesia NTB Achmad Fauzi mengatakan, dengan LFF melibatkan UMKM sangat diapresiasi. Dimana, UMKM memegang peranan penting sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Bank Indonesia senantiasa mengedepankan sinergi dan kolaborasi dalam upaya pengembangan UMKM tersebut.
"Salah satunya kami memberikan dukungan penuh untuk kegiatan LFF Vol 2 yang diinisiasi LWC ini," tuturnya
Pembukaan dilanjutkan dengan pemukulan alat masak oleh semua pihak yang mendukung kegiatan. Usai itu, dilanjutkan Festival Sate Lombok dengan 10 ribu tusuk sate. Sajian ini habis dalam sekejap diserbu masyarakat.
Malam harinya tidak kalah pecah dengan penampilan Band Lokal Amtenar yang membawa event ini lebih meriah. Ratusan orang lebih berkumpul menikmati lantunan lagu andalan Amtenar. Konser Amtenar pun berakhir tepat pukul 22.00 Wita. (nur/r10) Editor : Baiq Farida