”Dispar Lobar akan lebih melibatkan pelaku usaha pariwisata dan wisatawan yang ada di Senggigi,” kata Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat HM Fajar Taufik
Ia menjelaskan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran merupakan momen bahagia dan ditunggu-tunggu umat muslim. Hari besar keagamaan ini juga sangat dirindukan mengingat ada banyak kegiatan dan tradisi yang sering dilakukan umat Islam saat lebaran. Salah satunya adalah perayaan Lebaran Topat (Ketupat). Tradisi turun temurun ini dilaksanakan masyarakat Lombok sepekan setelah Lebaran atau setelah menunaikan puasa sunah Syawal selama 6 hari berturut-turut.
”Lebaran Topat akan kita laksanakan pada hari ketujuh bulan Syawal atau Sabtu (29/4) mendatang,” terangnya.
Hal itu disampaikan Fajar Taufik saat memimpin rapat persiapan perayaan Lebaran Topat bersama KasatPolPP, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan Lombok Barat, pihak kepolisian dan stakeholder terkait. Sebelumnya, sejak 2020 lalu pemerintah tidak menggelar secara resmi kegiatan khusus untuk merayakan Lebaran Topat lantaran maraknya kasus pandemi Covid-19 saat itu.
”Saat itu pemerintan fokus untuk menurunkan kasus dan menekan kerumunan dengan tidak menggelar Lebaran Topat,” tambahnya.
Tradisi perayaan Lebaran topat dimulai dengan melaksanakan prosesi adat seperti berziarah kubur, mengambil air, dan berdoa. Setelah prosesi adat, bupati bersama warga kemudian merayakan Lebaran Topat di Pantai Duduk, Kecamatan Batulayar. Perayaan Lebaran Topat juga akan dimeriahkan dengan atraksi kesenian serta berbagai kegiatan seperti Lomba Dulang Pesaji, Festival UMKM, dan Lomba Parade Gunungan Topat.
”Yang beda dari event sebelumnya, kita adakan Lomba Gunungan Topat yang pesertanya dari pelaku pariwisata hotel dan restaurant, lalu ada festival UMKM yang pesertanya UMKM yang sudah terdata di Disperindag,” jelas dia. (nur)
Editor : Administrator